Sosialisasi Pariwisata Mahasiswa KKN Unsulbar, Berdayakan Potensi Lokal Desa Kunyi

Foto bersama mahasiswa KKN Unsulbar dengan pemerintah Desa Kunyi setelah kegiatan/Sumber: Dokumentasi Pribadj

Penulis : Nur Syah Fitra

Unsulbar News, Majene – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) gelombang melakukan sosialisasi pariwisata di Desa Kunyi pada Selasa, 24 Desember 2024.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Lokal dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”.

Pahri, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika angkatan 2021 yang menjabat sebagai Koordinator Desa (Kordes), menyampaikan pengalamannya selama melaksanakan KKN di Desa Kunyi selama 40 hari.

Setelah melakukan observasi selama satu minggu bersama timnya, mereka menetapkan sejumlah program kerja (Proker), salah satunya sosialisasi pariwisata.

Pahri menjelaskan bahwa Desa Kunyi memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, sehingga memilih program tersebut.

“Sosialisasi bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi pariwisata di daerah mereka, sehingga mereka dapat terlibat aktif dalam mengelola dan mempromosikannya,” ucapnya pada Unsulbar News via WhatsApp, Jumat (10/01).

Dalam kegiatan ini, mereka juga mengundang pemateri dengan latar belakang pariwisata, yaitu Nurul Inzana Filail, Runner-up 1 Putri Sulawesi Barat 2024.

Namun, pelaksanaan program ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Menurut Pahri, tantangan tersebut meliputi kurangnya kesadaran dan dukungan masyarakat, keterbatasan anggaran dan sumber daya, kurangnya infrastruktur pendukung, tingkat pendidikan dan pemahaman masyarakat yang beragam, pengelolaan lingkungan yang kurang baik, minimnya inovasi dan kreativitas, serta koordinasi yang kurang efektif.

Meski demikian, Pahri dan timnya berharap program-program yang telah mereka laksanakan selama masa pengabdian pada kegiatan KKN di Desa Kunyi.

“Mudah-mudahan program kerja yang kami laksanakan selama KKN, seperti sosialisasi, pelatihan, atau pembangunan fisik, dapat terus berlanjut dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” ungkapnya.

Editor: Ade Irma Sari

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok