
Jurnalis : Ade Irma Sari
Unsulbar News, Majene — Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) atau Konferensi Agama dan Perdamaian Indonesia, menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (PKPLA) ke-6 di Kota Makassar.
Mengusung tema “Menyiapkan Pemimpin Muda Lintas Agama yang Inklusif-Pluralis dan Pancasilais”, pelatihan berlangsung di Wisata Pantai Galesong Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu-Minggu (11-15/10/2023).
Turut menjadi peserta pada pelatihan tersebut, dua mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yaitu Nurcahya (Hubungan Internasional, 2019) dan Gabriel Edo (Hubungan Internasional, 2020).
Mereka berdua sebelumnya dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa PKPLA digelar ICRP ini, bersama puluhan peserta dari berbagai latar belakang daerah dan agama.
Ketua pelaksana PKPLA Harkirtan Kaur menyampaikan, peserta yang mengikuti pelatihan ini ada 30 orang dari berbagai latar belakang agama, instansi atau lembaga se-Indonesia timur.
“Untuk latar belakang agama, ada dari agama Islam, jemaat Ahmadiyah, penghayat kepercayaan, permabudhi (Budha), Kristen. Ada juga instansi/lembaga seperti STT INTIM Makassar, komunitas Orang Muda Katolik (OMK) dan lainnya,” kata Kirtan.
Peserta Penerima Beasiswa
Sebelumnya ICRP mengumumkan hasil seleksi beasiswa untuk program Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (PKPLA) yang ke-6 di Kota Makassar.
Pengumuman penerima beasiswa telah dipublikasikan di akun Instagram milik ICRP @icrp4peace pada Selasa (12/9/2023).
Dalam hasil seleksi beasiswa tersebut, dua nama mahasiswa dari Universitas Sulawesi Barat yang berhasil lolos, yaitu Nurcahya (Polewali Mandar, Sulawesi Barat) dan Gabriel Edo (Mamasa, Sulawesi Barat).
Sebelum dinyatakan lolos, peserta mendaftar secara online dengan beberapa berkas yang harus disiapkan.
“Pendaftarannya melalui google form, jadi kita isi data dan berkas. Salah satu berkasnya itu membuat esai,”. ujar Gabriel menjelaskan lewat pesan whatsapp, Kamis (12/10).
Disisi lain, Nurcahya mengatakan mengikuti kegiatan ini membuatnya bertemu dengan orang-orang hebat dan teman baru.
“Kegiatan ini membuat saya bertemu dengan banyak orang hebat, narasumber hebat, serta teman-teman dari latar belakang yang beragam,” tuturnya kepada Unsulbar News (12/10).
Keduanya berharap dengan mengikuti pelatihan tersebut dapat berproses dengan baik, serta bisa membawa dampak perubahan yang lebih baik khususnya lingkungan kampus.
Pemuda, Toleransi, dan Perdamaian
Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama atau PKPLA, merupakan program yang diadakan di sejumlah daerah di Indonesia sebagai lanjutan dari pengembangan Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama.
PKPLA telah terlaksana dengan baik di kota Palembang serta Yogyakarta, dan sedang berlangsung pelaksanaan di Kota Makassar.
PKPLA mengeksplorasi persoalan atau tantangan yang masih menjadi perhatian bersama yaitu: ekstremisme-radikalisme, terorisme, dan juga krisis lingkungan (pemanasan global, pencemaran, rusaknya ekosistem dll) yang mengharapkan peran generasi muda lebih intens terhadap persoalan yang ada.
Program ini bertujuan untuk mempersiapkan bakal calon pemimpin muda lintas agama yang inklusif-pluralis dan pancasilais. Selain itu ini juga diadakan karena melihat perlu adanya wahana atau ruang jumpa bagi generasi muda untuk mengembangkan diri, menambah wawasan, ilmu pengetahuan, pengalaman.
Adapun yang utama ialah meningkatkan kemampuan peserta dalam skill kepemimpinan (leadership), karena menjadi kebutuhan bangsa dan negara saat ini hingga mendatang.

