Tidak Diizinkan Masuk, Beberapa Keluarga Wisudawan Protes

Gambar : Tampak keluarga wisudawan yang sedang menyaksikan prosesi wisuda di luar ruangan aula Masjid Ilaikal Masjid, Majene.

Penulis : Fauzan Azima, Sinta Syamsuddin
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) dalam rangka Dies Natalis dan Wisuda diwarnai adu argumen di luar ruangan antara keluarga wisudawan dengan panitia pelaksana kegiatan.

Permasalahan ini terjadi karena panitia memberlakukan aturan dimana hanya satu orang saja yang dibolehkan masuk sebagai pendamping.

Hal ini mengakibatkan banyak keluarga yang terlanjur datang terpaksa melantai diluar ruangan dan hanya dapat menyaksikan dibalik layar yang telah disiapkan pihak panitia.

Hukni salah satu keluarga mahasiswa mengatakan, hal ini tidak seharusnya diberlakukan, karna jelas sangat merugikan pihak keluarga mahasiswa yang juga ingin melihat prosesi kegiatan.

“Ketika hanya satu pendamping yang dibolehkan masuk, lantas bagaimana dengan keluarga yang lain. Saya jelas tidak sepakat dan sangat kecewa,” ungkapnya dengan nada menggertak.

Begitupun dengan Abrahim, selaku kerabat wisudawan merasa sangat kecewa karena mereka hanya menyaksikan dari luar dan seharusnya ada kursi yang disediakan agar telihat rapih dan tertib. Ia berharap untuk wisuda Unsulbar kedepan menggunakan gedung yang lebih besar lagi agar semua kerabat dapat menyaksikan wusuda secara langsung.

Lebih-lebih yang dirasakan Susliana, jauh datang dari kalimantan dengan menempuh perjalanan sehari samalam melalui jalur darat dan laut untuk bisa menyaksikan anaknya di wisuda secara langsung namun itu hanya harapan semata. Meski demikian, beliau tetap bangga bisa menghantarkan anaknya hingga menjadi sarjana.

Terkait hal ini, Muhammad Nasir Badu selaku Ketua pelaksana saat ditemui di sela istrahat makan memberikan penjelasan. 

“Idealnya memang seharusnya kedua orang tua wisudawan hadir di momen berbahagia ini. Namun kita harus melihat kondisi yang ada bahwa kapasitas ruangan tidak mencukupi, jadi kita sudah atur agar bagaimana keadaan ini bisa betul-betul berjalan dengan baik,” pungkas dosen ilmu Hubungan Internasional itu.

Mengenai ketidaknyamanan tersebut, beliau mewakili seluruh panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para keluarga yang mendapatkan perlakuan kurang baik karena keterbatasan ruangan yang tidak memadai.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok