Unsulbar Bekali 24 Guru SD IT Tahfidzul Qur’an Majene Strategi Pembelajaran Berbasis AI

Foto bersama tim Pengabdian Unsulbar usai kegiatan. Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Muhammad Yusuf

Unsulbar News, Majene- Tim Pengabdian Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) membekali guru SD IT Tahfidzul Qur’an Majene dengan strategi pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan bertajuk Pelatihan Strategi Play Based Learning Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Meningkatkan Kompetensi Menuju Guru Profesional, pada Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 29–31 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Aula SD IT Tahfidzul Qur’an Majene dan diikuti oleh kepala sekolah bersama 24 orang guru sebagai peserta.

Latar Belakang Pelatihan

Pelatihan ini dilatarbelakangi hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa peserta didik di sekolah sangat menyukai proses pembelajaran yang mengandung unsur permainan. Namun, masih terdapat guru yang belum mengenal strategi pembelajaran yang mengintegrasikan permainan secara sistematis dalam proses belajar mengajar.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdi berinisiatif memberikan pelatihan Play Based Learning berbasis AI. Strategi ini dinilai relevan dengan karakteristik peserta didik usia 6-12 tahun yang berada pada tahap operasional konkret. Pada tahap ini, pembelajaran akan lebih mudah dipahami apabila melibatkan pengalaman nyata, aktivitas langsung, dan hal-hal yang dapat diamati peserta didik.

Ketua Tim Pengabdian, Dr Sainab M Pd, mengatakan ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran berbasis permainan menjadi alasan utama pelaksanaan pelatihan tersebut.

“Peserta didik di sekolah sangat menyukai proses pembelajaran yang mengandung unsur permainan,” kata Sainab melalui keterangan WhatsApp.

Materi dan Praktik Penyusunan Rancangan

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dan karakteristik Play Based Learning, pengenalan Artificial Intelligence (AI), peran AI dalam pembelajaran, strategi penerapan Play Based Learning, serta simulasi penerapannya.

Setelah penyampaian materi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan fase pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Masing-masing kelompok didampingi fasilitator untuk berlatih dan praktik menyusun rancangan pembelajaran Play Based Learning berbasis AI.

Peserta juga diberikan kesempatan mempresentasikan hasil praktik kelompok. Meskipun rancangan yang dihasilkan masih memerlukan penyempurnaan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses latihan dan penguatan pemahaman peserta.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan menyenangkan dengan memanfaatkan strategi Play Based Learning berbasis AI. Pelatihan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru sebagai pendidik.

Pendampingan Berkelanjutan

Tim pengabdi Unsulbar diketuai Dr Sainab M Pd bersama anggota Supardi Muh Said S Pd M PdI dan lima orang mahasiswa.

Untuk memastikan keberlanjutan kegiatan, pendampingan dilakukan melalui grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi, monitoring, dan evaluasi perkembangan tugas penyusunan rancangan pembelajaran. Pada hari ketiga, peserta mengirimkan hasil tugas yang telah dikerjakan secara berkelompok melalui grup tersebut.

Sainab berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di era digital.

“Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan menyenangkan dengan memanfaatkan strategi Play Based Learning berbasis Artificial Intelligence, sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka sebagai pendidik,” jelasnya.

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat tersebut terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari para peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi guru SD IT Tahfidzul Qur’an Majene dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital.

Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok