Unsulbar Pamerkan Riset Burung Sulawesi Barat ke Panggung Nasional KPPBI 2025

Sesi presentasi poster oleh Adinarto serta potret peserta sedang mengakses kode QR Ensiklopedia Daftar Jenis Burung Taman Nasional Gandang Dewata. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

 Jurnalis: Muhammad Yusuf

Unsulbar News, Majene — Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) baru saja menorehkan prestasi dalam dunia penelitian satwa liar. Pada Konferensi Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia (KPPBI) VII, Unsulbar dengan bangga mempresentasikan hasil kajian burung di Taman Nasional Gandang Dewata dan pesisir Pantai Mampie. Konferensi tersebut digelar di IPB University, 8-9 Agustus 2025.

Dua perwakilan dari Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar, Alexander Kurniawan Sariyanto Putera, S Si, M Si dan seorang mahasiswa, Adinarto hadir sebagai pembicara di forum nasional yang dihadiri para ahli, peneliti, dan praktisi ornitologi berpengalaman dari seluruh Indonesia.

Alexander tampil sebagai presenter oral, memaparkan riset bioakustik untuk memantau dinamika vokalisasi burung laut di pesisir Mampie. Penelitian ini didukung penuh oleh program Locally-led East Asia Flyway Acoustics (LEAFA) dan mendapatkan conference grant dari Burung Laut Indonesia.

Hasil penelitian yang mencakup jenis burung laut dan burung pantai ini juga didukung oleh Asian Waterbird Conservation Fund 2024 dari WWF-Hongkong.

Sementara itu, Adinarto membawakan presentasi poster mengenai hubungan antara keanekaragaman burung hutan dan sampah plastik di Taman Nasional Gandang Dewata.

Kedua topik ini mendapat perhatian besar dari peserta karena mengangkat isu konservasi dari wilayah Wallacea yang masih minim publikasi ilmiahnya.

Antusiasme Peserta dan Optimisme Kolaborasi

Partisipasi Alexander didukung penuh oleh conference grant dari Burung Laut Indonesia setelah melalui seleksi ketat. Dalam sesi tanya jawab, para peserta antusias mendiskusikan hasil penelitian dari Sulawesi Barat, bahkan beberapa langsung memindai kode QR untuk mengakses ensiklopedia elektronik daftar jenis burung di Taman Nasional Gandang Dewata.

“Penelitian seperti ini penting untuk memahami ancaman dan strategi konservasi burung-burung endemik maupun migran, baik di kawasan pesisir maupun pegunungan,” ungkap Alexander via WhatsApp.

Lebih lanjut ia mengutarakan, dengan melihat antusiasme para peserta ia optimis bahwa hasil penelitian ini bisa memicu kolaborasi baru dan meningkatkan perhatian pada konservasi burung di Sulawesi Barat.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Mampie Titik Penting Persinggahan Burung Air Migran: Unsulbar Serukan Aksi Konservasi

Informasi terhimpun, acara KPPBI ke-7 ini dibuka secara langsung oleh Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang diketuai oleh Prof Dr Ir Ani Mardiastuti, M Sc, seorang Guru Besar Bidang Konservasi dan Ekologi Burung dari IPB University. Forum ini menjadi ajang berbagi hasil riset terkini dan teknologi terbaru dalam studi burung.

Dengan partisipasi ini, Unsulbar tidak hanya memperkenalkan keanekaragaman burung dari Sulawesi Barat ke panggung nasional, tetapi juga menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat jejaring peneliti burung di Indonesia.

Editor: Marselino Geradus

Marsel

Gen-Z yang suka belajar hal-hal baru

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok