Tak Banyak yang Tahu, Mampie Titik Penting Persinggahan Burung Air Migran: Unsulbar Serukan Aksi Konservasi

Foto bersama tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsulbar usai kegiatan. Foto: Unsulbar News/Yusuf

Jurnalis: Muhammad Yusuf

Unsulbar News, Majene –Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dari Pusat Studi Ekologi, Konservasi dan Etnobiologi (Pseke) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kawasan Pesisir Mampie dan SD Negeri 060 Mampie, Kecamatan Wonomulyo, Polman. Selasa, (15/7/2025).

Bertempat di Kawasan Pesisir Mampie dan SD Negeri 060 Mampie, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, kegiatan dengan mengusung tema ” Mampie Community Workshop and Training for Migratory Bird Species and Bioacoustics Conservation “.

Informasi terhimpun, bahwa Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dan didukung penuh oleh Asian Waterbird Conservation Fund 2024 by WWF ( World Wide Fund for Nature ) Hongkong, dibantu oleh para volunteer/sukarelawan dari dosen-dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan( FKIP) Prodi Pendidikan Biologi dan prodi Pendidikan IPA serta diikuti berbagai peserta dari pihak sekolah, pegiat konservasi, dan akademisi.

Ketua tim pengabdian, Alexander Kurniawan Sariyanto Putera, S Si, M Si menyampaikan bahwa Mampie merupakan tempat persinggahan dan jalur migrasi burung air migran.

“Mampie merupakan Titik Penting Persinggahan Burung Air Migran yang berfungsi sebagai rest area dalam jalur migrasi burung-burung melakukan perjalanan ribuan kilometer bahkan dari Australia, Rusia, hingga Korea Selatan,” ujar dosen Program studi Pendidikan Biologi FKIP sekaligus peneliti burung tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran, kapasitas, serta menanamkan keterlibatan masyarakat baik sejak dasar dalam pelestarian burung air migran di Kawasan Pesisir Mampie.

Adapun serangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu observasi pengamatan langsung burung air dengan menggunakan monokuler. Berlanjut ke FGD Konservasi diskusi yang membahas tantangan perlindungan burung air serta mini bazar dari pihak sekolah yang menampilkan produk dari alam seperti puding rumput laut hingga brownies mangrove. Puncak kegiatan berupa Fun Fair & Kompetisi edukatif diikuti oleh anak SD yang berupa lomba mewarnai burung, lomba bercerita tentang apa yang mereka temui saat pengamatan serta undian doorprize .

Dalam kegiatan ini diharapkan menciptakan kesadaran berkelanjutan dalam konservasi keanekaragaman hayati, khususnya perlindungan stopover site di jalur migrasi akan pelestarian ekosistem pesisir sebagai penopang kehidupan burung migran global.

Editor: Nurul Inzana Filail

Nurul Inzana Filail

Just call me Iyun. Meet me on Instagram @iyunniee_

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok