Waste Survivor: Wujud Nyata Penerapan Ekonomi Hijau di Desa Sepabatu

Salah satu kegiatan waste survivor: mendaur ulang sampah anorganik menjadi produk bernilai jual. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Nur Ismailaihatul Jannah

Unsulbar News, Majene — Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Waste Survivor: Upaya Penerapan Ekonomi Hijau Berbasis Pengembangan Komunitas Melalui Pelatihan Kreativitas di Desa Sepabatu Kabupaten Polewali Mandar.” (2/11/2025)

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung penerapan ekonomi hijau melalui pemberdayaan masyarakat desa dan peningkatan kreativitas pengelolaan sampah.

Program Waste Survivor dilaksanakan selama lima bulan di Desa Sepabatu, Kecamatan Tinambung, dengan fokus utama pada pelatihan pengelolaan sampah secara efektif dan produktif.

Melalui kegiatan ini, masyarakat, terutama Pemuda Karang Taruna, dilatih untuk memilah sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk, serta mendaur ulang sampah anorganik menjadi produk bernilai jual.

Ketua pelaksana program, Zul Asriana, S T, M Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk inovasi dan strategi intervensi terhadap permasalahan sampah yang kian meningkat di wilayah pedesaan. “Kegiatan Waste Survivor ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola sampah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.

“Kami juga ingin mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari yang konsumtif menjadi lebih produktif dan peduli terhadap lingkungan.”

Program ini melibatkan tim dosen Unsulbar yaitu Windy Septi Sintia, S T, M T dan Ir Rafid Mahful, S T, M Eng, serta lima mahasiswa sebagai staf pelaksana: Nurung Ilahi, Muh. Rafli, Chairunnisa, Dedi Setyadi, dan Nurhalisa.

Mereka bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Sepabatu sebagai mitra utama, serta melibatkan masyarakat setempat dalam setiap tahap kegiatan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat mampu mengembangkan kreativitas dalam pengelolaan sampah serta menciptakan produk ramah lingkungan yang dapat meningkatkan pendapatan.

Target jangka panjang dari kegiatan ini adalah terbentuknya komunitas tangguh dan mandiri dalam mengelola sumber daya lokal, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif secara ekonomi.

Kegiatan Waste Survivor menjadi bukti nyata komitmen Universitas Sulawesi Barat dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan, sejalan dengan visi universitas untuk turut serta dalam mewujudkan masyarakat peduli lingkungan dan berdaya saing.

Editor: Nurul Inzana Filail

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok