
Oleh : Wahyuni, 9 September 2016, 11.30 Wita
Unsulbar News, Majene : Di sela kegiatan Guest Lecture, kami menyempatkan waktu berbincang dan mewawancarai secara khusus Dr.Mansoor Abdul Halim Dosen dari Universiti Malaysia Sabah (UMS) saat setelah dirinya memberikan materi dihadapan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). yang menarik dari acara tersebut karena persiapan perlengkapan dan bahan praktek yang akan dilakukan secara khusus disiapkan oleh Dr. Mansoor Abdul Halim Sendiri dan untuk pertama kalinya Kuliah Tamu ini menghadirkan dosen dari luar negeri. Berikut perbincangan saya dengan Dr. Mansoor Abdul Halim
Apa yang membuat bapak tertarik sehingga jauh-jauh dari Malaysia menyempatkan waktunya berkunjung di Unsulbar?
Sebenarnya kedatangan saya di Unsulbar berawal dari ajakan Pak Nasir Badu yang menceritakan keadaan serta kondisi Unsulbar yang baru akan tetapi memiliki banyak mahasiswa yang cukup potensial , kreatif dan dapat dibina untuk membangun karakter berwirausaha seperti yang saya di portal pemberitaan Online Unsulbar news secara tidak sengaja say baca. Setelah Memperkenalkan kondisi kampus Unsulbar,Pak Nasir juga memperkenalkan potensi kelautan dan pertanian serta kebiasaan masyarakat Sulawesi Barat kususnya Majene dimana masih banyak petani dan nelayan yang belum maksimal dalam mengelola hasil pertanian dan tangkapannya yang bernilai ekonomi tinggi. Padahal banyak sekali potensi yang bisa di manfaatkan, melalui bantuan mahasiswa Unsulbar untuk di jadikan suatu produk olahan hasil pertanian dan kelautan di Sulawesi Barat.
Sejauh ini bagai mana tanggapan bapak mengenai mahasiswa Unsulbar yang mengikuti kegiatan GUEST LECTURE?
Ahamdulillah dengan adanya kegiatan Guest Lectur ini, kami dapat memperkenalkan potensi rumput laut dan biji coklat. Saya melihat peserta dapat dengan mudah mencerna dan memahami materi dengan baik. Beberapa wilayah saya sudah datangi di Indonesia seperti Sumatra,Pulau Jawa Bali,Kalimantan dan Sulawesi untuk memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa mengenai manfaat dari rumput laut dan coklat yang beragam macam khasiat dan kegunaannya.
Menurut bapak apa saja yang dapat dikembangkan mahasiswa Unsulbar dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada di Sulawesi Barat?
Untuk mengetahui manfaat sumberdaya yang dapat di jadikan produk makanan di daerah ini,sebagai masyarakat intelektual kita harus pandai pandai melihat kondisi dengan melakukan riset atau penelitian mengenai potensi atau bahan yang belum pernah diolah menjadi suatu produk makanan untuk menamba nilai jual bahan yang kalau dilihat secara kasat mata tidak dapat dijual, contohnya kulit pisang yang bisa di jadikan tepung dan abon. Menurut saya ini adalah salah satu inovasi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa Unsulbar untuk memajukan daerah Sulawesi Barat ini.
Menurut bapak apakah produk dari hasil kombinasi rumpuk laut dan coklat dapat di kembangkan di Sulawesi Barat?
Itulah kenapa saya tiba di tempat ini. Salah satu tujuan saya adalah mensosialisasikan dan mempromosikan produk Rumput Laut (Seawed) kombinasi coklat (Chocolate) karna rumput laut dan coklat sangatlah potensial dan mudah di dapat kan di wilayah Sulawesi Barat, apalagi potensi pertanian dan kelautan seperti yang di dengar dari Pak Nasir Badu di daerah ini sangat luarbiasa,tinggal bagaimana kita mengelola dan melakukannya.
