
Jurnalis: Nurunnisaa Alimah A
Editor: Masdin
Unsulbar News, Majene – Wisuda ke-8 Program Sarjana (S1) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) turut dihadiri oleh Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, M A, yang dilaksanakan di Aula Masjid Ilaikal Mashir, Majene. Sabtu (30/11/2019)
Rektor Dwia dalam kedatangannya kali pertama di Unsulbar ini membawakan Orasi Ilmiah berjudul “Perguruan tinggi dan SDM Unggul di Era Revolusi Industri 4.0”.
Rektor kelahiran Lampung ini menjelaskan kenyataan terjadinya perubahan unik melalui kecerdasan buatan atau dikenal dengan Artificial Inteligence (AI), yang menjadikan sekat keilmuan semakin tipis.
Teknologi yang berkembang saat ini telah sampai pada tahap tidak terduga, dimana hal ini dapat memberikan dampak besar pada tatanan masyarakat dan pelayanan yang diberikan oleh teknologi-teknologi terbarukan.
Banyak pihak yang mengganggap bahwa kecerdasan buatan ini merupakan ancaman atau saingan. Tetapi bagi Rektor cantik ini, AI menjadi penguat pekerjaan juga merupakan mitra dalam menciptakan peluang-peluang baru. Seperti dalam menciptakan lapangan kerja atau membantu dalam memudahkan kehidupan manusia.
AI menurutnya juga bisa dijadikan early system dalam persiapan pengelolaan segala aspek dalam kehidupan.
“SDM unggul pada masa depan harus menguasai tiga hal yang disebut sebagai 3M, yaitu Material, Mesin dan Model. Material mengacu pada data sebagai bahan untuk melakukan analisa, Mesin merujuk pada komputer dan sistem komputerisasi, dan Model merujuk pada jaringan online,” tuturnya.
Dalam penguasaan 3 hal tersebut, menurut Dwia membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan analitis, komunikasi, rekayasa, interpersonal, bahasa, dan kemampuan operasional pada skala global. Dwia juga mengungkapkan bahwa disinilah peran perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM unggul tersebut.
“Disinilah tugas perguruan tinggi menyiapkan SDM unggul tersebut. Seiring dengan revolusi industri 4.0, perguruan tinggi perlu melakukan transformasi dalam tujuan, struktur dan proses, serta dalam strategi,” paparnya.
Transformasi dalam hal tujuan, kampus harus menyiapkan SDM yang memiliki daya ganggu (Disturber), daya penemu (Inventor), dan daya pencipta (Creator). Sedangkan dalam struktur dan proses, menekankan pada proses pembelajaran di perguruan tinggi yang bersinergi antara mahasiswa, dosen, lembaga, serta pimpinan. Serta yang terakhir, dalam aspek strategi, perguruan tinggi membutuhkan transformasi melalui sharing tujuan atau visi dan misi antara petinggi kampus, bekerja secara efektif, efisien dan produktif dan bekerja cepat sesuai dengan guidence system.
Pada akhir orasinya, istri dari Natsir Kalla ini menambahkan bahwa transformasi yang dimaksud sudah mulai berjalan di beberapa kampus dan mengungkapkan harapan besarnya bagi Unsulbar di tahun keenamnya ini.
“Transformasi ini mulai berjalan di beberapa kampus. Saya berharap, memasuki tahun ke-6, Unsulbar dapat bersama-sama perguruan tinggi lain dalam gerakan bersama menciptakan SDM unggul menyambut Indonesia Emas. Semoga Unsulbar semakin maju,” tutupnya.
