
Jurnalis: Amalia Dewi
Unsulbar News, Majene – Himpunan Mahasiswa Hukum (HMH) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), gelar Open Debat Competition. Kompetisi debat bahasa Indonesia tersebut mengusung tema “Peran Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (21-22/10/2023), Open Debat Competition ini merupakan sebuah kompetisi yang memiliki titik fokus pada pengetahuan umum dan penalaran dasar, terkait isu-isu terkini berkaitan dengan tema yang ditentukan.
Pada kompetisi ini diikut 16 tim yang merupakan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sulawesi Barat (Sulbar), dimana dalam satu tim terdiri dari tiga orang siswa.
Kompetisi tersebut merupakan salah satu rangkaian acara Anniversary HMH ke-8, yang sebelumnya perayaannya pada pekan lalu.
Ketua panitia lomba debat Muhammad fais, berharap dengan adanya kegiatan ini HMH dapat lebih berkembang kedepannya dan terus melanjutkan acara ini menjadi acara tahunan yang digelar oleh himpunan.
“Semoga HMH semakin hebat di masa yang datang, dan acara ini bisa dijadikan acara tahunan, pastinya bisa lebih meriah lagi,” ucapnya kepada unsulbarnews.com (23/10).
Sistem Debat Asian Paliamentary
Sistem debat Asian Parliamentary merupakan sistem perdebatan yang mempertemukan dua tim, dengan standing position (kedudukan posisi) yang berbeda yakni tim pro dan tim kontra. Tim pro adalah tim yang mendukung atau setuju terhadap mosi, begitupun sebaliknya tim kontra merupakan tim yang menentang mosi.
Pada sistem debat Asian ini masing-masing tim beranggotakan tiga orang dengan komposisi Pembicara 1, Pembicara 2 serta Pembicara 3. Alur perdebatan akan dibagi dalam tiga babak yakni babak pertama dikenal sebagai babak Opening Statement, pada babak ini Pembicara 1 dari masing-masing tim (Pro dan Kontra) akan menyampaikan argumentasi pembuka mengenai pemahaman tim terhadap mosi.
Selanjutnya pada babak kedua (babak bidasan) pembicara 2 dan pembicara 3 dari masing-masing Tim dipersilahkan untuk menyampaikan bantahan, terhadap argumentasi lawan serta memperkuat argumentasi Tim. Terakhir pada babak ketiga yakni babak Closing Statement, ialah babak bagi pembicara penyimpul untuk menyampaikan kesimpulan debat.
Komposisi waktu yang diberikan kepada masing-masing pembicara pada sistem debat Asian parliamentiary menggunakan sistem pembagian 5 7 7 2, yakni maksimal 5 menit bagi pembicara 1 masing-masing tim menyampaikan argumentasi pembuka.
Kemudian maksmimal 7 menit diberikan kepada pembicara kedua masing-masing tim meyampaikan bantahan serta memperkuat analisis argumentasi, selanjutnya maksimal waktu 7 menit berikutnya diberikan kepada pembicara ketiga dalam meyampaikan argumentasi mengenai data pendukung maupun solusi untuk meyakinkan audiens terkhususnya jur.
Serta komposisi waktu terakhir yakni maksimal 2 menit diberikan kepada pembicara penyimpul untuk menyampaikan kesimpulan debat, pembicara penyimpul ini biasanya hanya diberikan kepada pembicara 1 atau 2 saja, namun ada juga penyelenggara yang memperbolehkan Pembicara ke-3 dapat menjadi pembicara penyimpul.
Pemenang Lomba
Pada babak 8 besar dalam kompetisi ini diikuti tim pelajat dari SMAN 1 Majene A, SMAN 1 Tinambung, MAN 1 Polman A, MAN 1 Polman B, SMAN 1 Polewali A, SMAN 2 Polewali A, SMAN 3 Polewali A, SMAN 3 Polewali B.
Adapun yang keluar menkadi pemenang yakni juara 1, juara 2, juara 3 dan pemenang best speaker, sebagai berikut:
Adapun tim berhasil meraih posisi tersebut yaitu:
- Juara 1: Madrasah Aliyah Negeri 1 Polewali Mandar (MAN 1 Polman)
- Juara 2: Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tinambung (SMAN 1 Tinambung)
- Juara 3: Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Polewali (SMAN 3 Polewali)
- Best speaker: INKHA dari Tim SMAN 3 Polewali

