
Jurnalis: St Mulkia Nasira
Editor: Masdin
Unsulbar News, Majene. Aksi demo bukanlah hal yang tabu bagi kalangan mahasiswa, di setiap daerah di Indonesia demo merupakan salah satu cara untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan kepada para petinggi.
Di Univesitas Sulawesi barat (Unsulbar), Senin 17 Sebtember di pelataran gedung Rektorat Unsulbar kembali menegang karena aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Persatuan Perjuangan Mahasiswa Unsulbar (APPMU).
Aksi unjuk rasa yang terjadi pukul 10:00 WITA menuntut transparansi Rencana Kerja dan Anggaran-Kementerian dan Lembaga (RKAKL), menolak investasi asing, mempercepat pembangunan fasilitas kampus dan perkuliahan, menolak perkuliahan melalui media online, turunkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) jalur mandiri serta memperjelas eksistensi Koperasi Mahasiswa.
Baca juga : Kaca Jendela Pecah hingga Penyegelan Rektorat Warnai Aksi Unjuk Rasa
Dari seluruh tuntutan, ada 2 point utama yang paling ditonjolkan mengeai percepat pembangunan fasilitas kampus dan perkuliahan yang kembali lancar akibat dampak dari aksi mogok baru-baru ini. Aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran ban di halaman gedung Rektorat Unsulbar, dengan semboyan revolusi dan sumpah mahasiswa yang terus dikumandangkan selama aksi berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi belum mendapat hasil yang di inginkan. Di temui Jurnalis Unsulbar News, jenderal lapangan Sugeng Abrianto menuturkan bahwa gedung dan sarana pendukung perkuliahan haruslah segera direalisasikan, agar nantinya pada saat mahasiswa ingin melakukan penelitian dapat mempergunakan fasilitas kampus yang ada. “Sehingga kita tidak numpang-numpang kiri kanan lagi untuk meneliti,” ungkap Sugeng disela aksi demonstrasi berlangsung.

