Mengenal Praktisi Mengajar, Salah Satu Program Kampus Merdeka 2022

Wakil Ketua Pelaksana Program Kampus Merdeka Junaidi MA saat sambutan pada kegiatan Kampus Merdeka Goes to Sulawesi Barat di Unsulbar, Senin (4/7/22)h

Jurnalis: Shelynda Trifebriani Nursalam

Unsulbar News, Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mengenalkan program Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui kegiatan Kampus Merdeka Goes to Sulawesi Barat, Senin (4/7/22)

Kegiatan tersebut mulai pukul 08.00-16.00 Wita ini khusus membahas berbagai program dari Kampus Merdeka.

Tidak ketinggalan program terbaru pada tahun 2022, yaitu Praktisi Mengajar.

Praktisi mengajar merupakan program yang mengajak para praktisi untuk mengajar di kelas dengan berkolaborasi bersama dosen pengampu mata kuliah.

Untuk sistem pengajarannya sama seperti dosen ketika mengajar di kelas. Hanya saja jika dosen menyampaikan secara teoritis, para praktisi meyampaikan sesuai dengan pengalaman mereka ketika terjun langsung di lapangan.

Seperti disampaikan Wakil Ketua Pelaksana Program Kampus Merdeka Junaidi MA.

“Tidak hanya teoritis namun juga pengalaman praktis dari praktisi-praktisi ini. Kira-kira seperti itu desain program,” ujar pria juga dosen Universitas Indonesia (UI) dalam wawancara bersama Unsulbar News.

Sehingga kata dia, lewat program ini mahasiswa tidak hanya mampu berteori, namun dapat mendapatkan bayangan langsung dari pengalaman praktisi. Akhirnya tercipta perspektif baru dari masing-masing mahasiswa setelah menggabungkan keduanya.

“Kalau dari praktisi kaya gini, dari teorinya gini. Selanjutnya kalian bikin perspektif dari kalian sendiri,” ujar Junaidi.

Peran dari praktisi mengajar ini sama seperti dosen tamu. Misalnya dalam satu semester terdapat 16 pertemuan, maka beberapa pertemuan dari 16 pertemuan tersebut akan diajar oleh praktisi. Sehingga tidak ada penambahan jam kuliah. Baik melalui sistem daring maupun luring.

Adapun praktisi yang turut serta dalam pengajaran di kelas adalah praktisi yang telah mendaftar dan mengikuti seleksi yang disediakan oleh kementrian. Ketika berhasil lulus seleksi, barulah nanti disebarkan ke seluruh perguruan tinggi yang membutuhkan keahlian dari praktisi-praktisi tersebut.

Sehingga jika Unsulbar menginginkan tenaga praktisi agar mengajar dalam perkuliahan, maka praktisi tersebut harus lolos seleksi terlebih dahulu jika ingin biaya pengajarannya di tanggung oleh program ini.

“Jika praktisinya dan Unsulbar ada kerja sama namun belum terdaftar di program, kan ada persyatan, seleksi, itu tidak dapat fasilitas dari program,” ucap dosen UI tersebut.

Selain itu dari masing-masing Program Studi (Prodi) dapat mengajukan praktisi-praktisi apa yang dibutuhkan untuk pengembangan materi perkuliahan.

“Kemudian prodi-prodinya mendaftar. Dalam arti dia butuh praktisi seperti apa. Nanti bisa bersama-sama mengembangkan materi kuliah yang dibutuhkan”, jelas Junaedi.

Dalam menyikapi hal ini, Unsulbar telah siap dan mendukung program dari Kemendikbudristek tersebut.

“Universitas Sulawesi Barat ini siap melaksanakan itu semua”, tegas Rektor Unsulbar, Akhsan Djalaluddin.

Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait Praktisi Mengajar, dapat mengunjungi laman ini, https://praktisimengajar.id/ .

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok