
Penulis: Nurul Inzana Filail
Unsulbar News, Majene – Seminar Nasional Peternakan, Kelautan dan Perikanan (PKP) yang pertama sedang berlangsung di ruang Teater Gedung Kembar Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Sabtu (09/11/2024).
Dalam laporan Ketua Panitia Muhammad Nur mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring). Ada sekitar 180 peserta yang hadir di ruang Teater dan peserta lainnya belum diperkirakan totalnya mengikuti melalui zoom meeting. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 33 instansi yang ada di Indonesia.
Selain melalui zoom meeting, acara tersebut juga disiarkan secara langsung lewat Youtube Semnas PKP Unsulbar dengan link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=k9CSeNP2DBE
Seminar Nasional Pertama Fapetkan
“Ini adalah seminar nasional pertama yang dilaksanakan oleh Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat (Fapetkan Unsulbar) sekaligus pertama kalinya Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) datang ke kampus kita,” ujar Dekan Fapetkan Unsulbar, Prof Dr Ir Siti Nurani SPt MSi IPU ASEAN Eng dalam sambutannya.
Tak lupa, ia juga mengatakan bahwa kegiatan Seminar Nasional PKP I ini akan terus dilaksanakan tiap tahunnya.
Melalui seminar nasional ini, Rektor Unsulbar Prof Dr Muhammad Abdy SSi MSi menyampaikan agar Unhas terus bekerja sama memberi dukungan dalam meningkatkan sumber daya manusia di Unsulbar.
Prof Abdy berharap agar nantinya kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan bertukar pikiran seluruh peserta yang hadir.
“Seminar nasional pertama ini juga merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-16 Universitas Sulawesi Barat,” ucap Rektor Unsulbar dalam sambutan yang berlangsung.
Hadirkan Pemateri Ahli
Dalam wawancara yang dilakukan kru Unsulbar News bersama Ketua panitia pelaksana satu hari sebelum kegiatan, Dr Muhammad Nur menuturkan para pemateri atau pembicara dalam seminar tersebut.
Para pemateri tersebut dari berbagai instansi, yakni Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc, Rektor Universitas Hasanuddin ini sebagai Keynote Speaker dengan topik “Sektor Perikanan Menyongsong Indonesia Emas 2045”.
Ada Dr Suyuti Marzuki SPt MT MSc dengan topik “Peran Komoditi Perikanan Sulawesi Barat Mendukung IKN”, Syamsul Ma’rif, SP MM dengan topik “Peran Peternakan Sulawesi Barat Mendukung IKN”.
Selanjutnya Muhammad Ridwan Alimuddin dengan topik “Peran Kebudayaan Bahari Mandar dalam Mendukung Kemajuan IKN dan Menyongsong Indonesia Emas 2045”.
Permbicara lain ada Muhammad Abdi dengan topik “Implikasi dan Strategi Penanggulangan Praktik Desructive Fishing untuk Perikanan Berkelanjutan”.
Berlangsung Selama Dua Hari
Muhammad Nur menjelaskan kegiatan akan berlangsung selama dua hari, dimana lokasi hari pertama berlangsung di ruang teater kampus Unsulbar.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari, di mana hari pertama akan dilaksanakan di gedung teater Universitas Sulawesi Barat, adapun pelaksanaan hari pertama menggunakan sistem hibrid (luring dan daring), dimana peserta luring akan dibatasi sebanyak 105, dan untuk peserta daring tidak dibatasi,” ujarnya (8/11).
Kemudian untuk hari kedua dalam wawancara yang berlangsung, ketua panitia menjelaskan akan ada penyuluhan dengan berbagai topik serta kegiatan aksi, yakni penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang.
Lebih lanjut, kegiatan ini nantinya akan melibatkan beberapa instansi hingga masyarakat setempat. Lokasi penanaman mangrove nantinya akan dilaksanakan di Lingkungan Tamo, Banggae Timur, Majene.

