
Jurnalis: Ihsan Badrah, Marselino Geradus
Unsulbar News, Majene — Ditjen Diktiristek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Kemdikbudristek) bekerja sama dengan Unsulbar selenggarakan sebuah workshop di Aula Hotel Davina, Majene, Selasa (16/5/2023).
Workshop tersebut terkait peningkatan peringkat jurnal terakreditasi. Dimana acara ini dibuka oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsulbar, Muhammad Nasir Badu, Ph D selaku perwakilan Rektor Unsulbar.
Pada kesempatan tersebut turut hadir Koordinator Jurnal Ilmiah dan Komunikasi Ilmiah, Yoga Dwiadyanda, SE selaku perwakilan dari Ditjen Diktiristek.
Dalam sesi wawancara bersama Unsulbar News, Muhammad Aswad, M Pd selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan secara khusus bagi para pengelola jurnal di berbagai universitas dalam lingkup Sulawesi Barat, meski ada juga beberapa dari daerah lain.
Materi yang dibawakan dalam workshop juga berdasar pada Pedoman Akreditasi Jurnal Ilmiah No.134 Tahun 2021.
“Di dalamnya tertuang beberapa unsur penilaian jurnal, yang kemudian dibagi menjadi dua bagian materi, dari segi substansi dan juga manajemen,” ungkap Aswad.
Dengan terlaksananya kegiatan ini ia harap agar jurnal-jurnal yang ada, termasuk di Unsulbar dapat lebih dimaksimalkan, yang nantinya akan berdampak pada peningkatan mutu kampus itu sendiri.
Adapun 36 peserta hadir pada workshop kali ini. Dengan rincian kampus asal sebagai berikut:
- Universitas Al Asyariah Mandar (8 orang)
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene (2 orang)
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Generasi Polewali Mandar (2 orang)
- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Mamuju (4 orang)
- Dewan Pengurus Daerah Sulbar Forum Dosen Indonesia (2 orang)
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Marendeng Majene (2 orang)
- Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar (4 orang)
- Universitas Sulawesi Barat (6 orang)
- Institut Agama Islam Negeri Parepare (4 orang) dan
- Universitas Muhammadiyah Parepare (2 orang)

