
Penulis: Nurul Inzana Filail
Unsulbar News, Majene – Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) akan gelar seminar nasional mulai besok, Sabtu hingga Minggu 9-10 November 2024.
Seminar tersebut bertema “Optimalisasi Peran Sektor Peternakan, Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045”.
Adapun seminar nasional Fapetkan Unsulbar ini merupakan rangkaian acara untuk memeriahkan Dies Natalis ke- 16 Unsulbar.
Hadirkan Pemateri Ahli
Dalam wawancara yang dilakukan kru Unsulbar News bersama Ketua panitia pelaksana, Dr Muhammad Nur SPi MSi menuturkan para pemateri atau pembicara dalam seminar tersebut.
Para pemateri tersebut dari berbagai instansi, yakni Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc, Rektor Universitas Hasanuddin ini sebagai Keynote Speaker dengan topik “Sektor Perikanan Menyongsong Indonesia Emas 2045”.
Ada Dr Suyuti Marzuki SPt MT MSc dengan topik “Peran Komoditi Perikanan Sulawesi Barat Mendukung IKN”, Syamsul Ma’rif, SP MM dengan topik “Peran Peternakan Sulawesi Barat Mendukung IKN”.
Selanjutnya Muhammad Ridwan Alimuddin dengan topik “Peran Kebudayaan Bahari Mandar dalam Mendukung Kemajuan IKN dan Menyongsong Indonesia Emas 2045”.
Permbicara lain ada Muhammad Abdi dengan topik “Implikasi dan Strategi Penanggulangan Praktik Desructive Fishing untuk Perikanan Berkelanjutan”.
Berlangsung Selama Dua Hari
Muhammad Nur menjelaskan kegiatan akan berlangsung selama dua hari, dimana lokasi hari pertama berlangsung di ruang teater kampus Unsulbar.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari, di mana hari pertama akan dilaksanakan di gedung teater Universitas Sulawesi Barat, adapun pelaksanaan hari pertama menggunakan sistem hibrid (luring dan daring), dimana peserta luring akan dibatasi sebanyak 105, dan untuk peserta daring tidak dibatasi,” ujarnya (8/11).
Kemudian untuk hari kedua dalam wawancara yang berlangsung, ketua panitia menjelaskan akan ada penyuluhan dengan berbagai topik serta kegiatan aksi, yakni penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang.
Lebih lanjut, kegiatan ini nantinya akan melibatkan beberapa instansi hingga masyarakat setempat. Lokasi penanaman mangrove nantinya akan dilaksanakan di Lingkungan Tamo, Banggae Timur, Majene.

