
Penulis: Elka Fadillah
Unsulbar News, Majene – Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah teknologi yang memungkinkan mesin atau sistem komputer untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. Menurut H A Simon menyebutkan AI merupakan semua tempat penelitian, instruksi, dan aplikasi yang berkaitan dengan pemrograman komputer. Tujuannya untuk melakukan suatu hal yang dianggap cerdas oleh manusia.
Di era serba digital, kecerdasan buatan atau AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bagi mahasiswa, AI bukan hanya sebuah teknologi canggih, tetapi juga peluang besar untuk belajar, berinovasi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Namun, di balik manfaatnya, ada tantangan besar yang harus dihadapi.
AI menawarkan kemudahan yang luar biasa. Mahasiswa dapat menggunakan AI untuk menyusun tugas, menganalisis data, atau bahkan mendapatkan bimbingan belajar secara online. Platform seperti ChatGPT, Grammarly, dan Canva yang didukung oleh AI membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mempermudah pekerjaan. Dengan alat ini, mahasiswa dapat bekerja lebih cepat dan efisien.
Namun, di balik kemudahan itu, ada ancaman yang tak boleh diabaikan. Ketergantungan pada AI berisiko mengurangi kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Jika hanya bergantung pada teknologi, mahasiswa bisa kehilangan kemampuan untuk berpikir mandiri atau menyelesaikan masalah secara inovatif.
Selain itu, mahasiswa juga harus memahami bahwa perkembangan AI mengubah persaingan di dunia kerja. Untuk tetap relevan, mahasiswa perlu mengembangkan keterampilan yang tidak bisa digantikan oleh AI, seperti pemikiran strategis, empati, dan kemampuan komunikasi. Belajar tentang dasar-dasar AI, seperti data analitik atau pemrograman, juga menjadi langkah penting untuk bersaing di era ini.
Mahasiswa adalah generasi yang akan menentukan arah masa depan. AI adalah alat yang luar biasa, tetapi keberhasilannya tergantung pada cara mahasiswa memanfaatkannya. Dengan bijak memanfaatkan teknologi ini, mahasiswa tidak hanya bisa menjadi pengguna, tetapi juga pencipta inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat.
(Penulis merupakan Mahasiswi Angkatan 2024 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Unsulbar)

