
Oleh : Ade Irma Sari
Unsulbarnews.com — Manusia merupakan makhluk sosial yang berhubungan secara timbal-balik dengan manusia lain. Artinya adalah manusia tidak dapat hidup sendiri, mereka akan selalu membutuhkan orang lain. Yaitu untuk saling berinteraksi, komunikasi, serta bersosialisasi antara individu.
Karena selalu berinteraksi antara individu dengan individu lain, maka mereka akan memiliki suatu hubungan. Untuk menjalin hubungan yang baik, setiap individu harus saling menghargai dan menghormati, memberi motivasi dan dukungan kepada orang lain, menjadi pendengar yang baik, serta saling menerima dan mampu memaafkan.
Berada di lingkungan sosial yang positif akan membuat kita selalu melakukan hal yang positif pula. Kita akan termotivasi dari apa yang dilakukan individu lain di sekitar kita. Hal ini akan memberi perkembangan positif baik satu individu atau kelompok di segala aspek kehidupan. Sehingga dalam lingkungan tersebut akan tercipta lingkungan yang baik dan sehat.
Menurut Amsyari (1986:12), lingkungan sosial merupakan manusia-manusia lain yang ada di sekitarnya seperti tetangga-tetangga, teman-teman, bahkan juga orang lain di sekitarnya yang belum dikenal. Jadi, ada beberapa lingkungan yang sering kita temui di kehidupan ini yaitu, lingkungan tetangga, teman bergaul dan di dalam masyarakat.
Tetapi, untuk membangun lingkungan sosial yang baik juga tidak mudah seperti yang kita pikirkan. Karena setiap manusia memiliki pola pikir yang berbeda, periku serta kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan. Seperti Tujuan, setiap individu pasti memiliki tujuan yang berbeda-beda.
Salah satunya dalam pertemanan, karena setiap individu itu berbeda maka akan ada perbedaan sifat atau karakter antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Akan ada individu yang memberikan dampak positif dalam pertemanan dan ada pula yang akan memberikan dampak negatif.
Pertemanan yang memberikan pengaruh negatif biasa disebut “Toxic friendship”. Berada pada lingkungan toxic akan membuat individu melakukan hal-hal yang negatif seperti yang dilakukan temannya. Hal ini akan sangat berdampak pada semua aspek kehidupan individu tersebut. Apalagi jika individu tersebut seorang pelajar, maka pelajar tersebut tidak akan fokus dalam belajar karena mengikuti apa yang dilakukan temannya. Hal ini akan membuat prestasi belajar akan menurun.
Jadi, jika anda merasa berada di lingkungan salah atau pertemanannya toxic friendship, cobalah untuk sedikit menjaga jarak dengan mereka. Hindari hal-hal negatif yang dilakukan teman anda, jangan sampai terpengaruh. Dengan cara mengatur langkah untuk menjauh supaya terhindar dari pengaruh negatifnya. Tetapi, tetaplah menjalin pertemanan karena mungkin saja teman anda akan berubah jika melihat anda melakukan hal-hal yang positif.

