Rayakan Natal dengan Nuansa Adat Mamasa, KPEMTAS Cerminkan Kecintaan akan Budaya Daerah

Foto bersama peserta dan panitia acara (pakaian adat putih) usai acara penutup. Foto: Unsulbar News/Meliati Tudang

Jurnalis: Riska

Unsulbar News, Majene – Organisasi Kerukunan Pelajar Mahasiswa Tandalangngan Tandasau’ (KPEMTAS) sukses rayakan Ibadah Natal di gedung Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Majene, Selasa (17/12/2024) malam.

Ibadah Natal bertema “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem” ini dihadiri lebih dari 100 orang, termasuk kader KPEMTAS itu sendiri.

Pada subtema “Melalui Kelahiran Kristus kiranya Mewujudkan Kembali Nilai-nilai Kasih, Damai, Keadilan, dan Kesederhanaan dalam Kerukunan” KPEMTAS mencoba merefleksikan kembali nilai-nilai kasih dan kekeluargaan dalam wadah yang mempersatukan mereka itu.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KPEMTAS Rikal Darra mengungkapkan bahwa subtema Natal yang mereka angkat kali ini juga diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan para anggotanya terhadap budaya daerah yang mulai pudar di kalangan anak muda masa kini.

Baca juga: Ibadah Natal Organda KPEMTAS Berlangsung Khusyuk, Mahasiswa Terima Hadiah

Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) jurusan Ilmu Politik (2021) tersebut menambahkan, acara Natal ini juga diwarnai dengan nuansa budaya Tandalangngan Tandasau’ sebagai bentuk pelestarian identitas daerah serta menghargai keberagaman budaya di Indonesia.

“Tema kostum panitia Natal malam ini yaitu pakaian adat Mamasa, yang mana kami pilih untuk mencerminkan rasa cinta akan budaya daerah,” tuturnya bangga.

Adapun beberapa rangkaian kegiatannya yaitu pembukaan, ibadah, upacara nasional dan organisasi, penampilan Tarian Malluya (tarian khas Mamasa), persembahan puji-pujian secara individu maupun vocal group, lalu terakhir ada pemberian hadiah lomba dan doorprize bagi yang beruntung.

Melalui wawancara online bersama Unsulbar News Rikal Darra berharap, Natal KPEMTAS tahun ini juga dapat menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar kader.

“Harapan saya, Natal KPEMTAS ini bisa menjadi wadah untuk mempererat kekeluargaan dan kerukunan, merefleksikan motto organisasi kita,” ungkapnya via Whatsapp.

Makna Tema Natal 2024

Diketahui, tema yang dicantumkan KPEMTAS pada spanduk perayaan Natal mereka merupakan tema Natal nasional yang disepakati oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk tahun ini.

Adapun isi dari tema tersebut dikutip dari perkataan salah seorang gembala dalam Alkitab, yaitu ketika malaikat Tuhan menampakkan diri kepada mereka yang sedang menjaga kawanan ternak di padang saat malam hari.

Malaikat tersebut berpesan bahwa seorang Juru Selamat telah lahir di Betlehem di sebuah kandang hewan. Dialah yang akan menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka.

Dilansir dari detikSulsel, makna tema ‘Kembali ke Betlehem’ merujuk pada sikap para gembala yang menyambut berita kelahiran Yesus Kristus sang Juru Selamat dengan riang gembira lalu segera mengonfirmasi berita tersebut secara langsung.

Digambarkan sebagai kaum terpinggirkan dalam status sosial masyarakat pada saat itu, para gembala justru dipilih Allah sebagai pendengar pertama berita sukacita tersebut.

Melalui tema ini, para gembala memberi teladan bagi umat Kristen dalam meresponi berita keselamatan yang Tuhan telah sampaikan.

Setiap umat Allah dipanggil untuk bersama-sama menjumpai Yesus. Di mana Yesus akan mengampuni, menyembuhkan, dan sangat peduli utamanya terhadap orang yang terkucilkan dan terpinggirkan.

Editor: Marselino Geradus

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok