
Jurnalis: Nur Arifah
Unsulbar News, Majene – Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), berupa Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme kepada siswa Sekolah Menegah Pertaman Negeri (SMPN) 7 Majene.
Kegiatan ini berlangsung sejak Juli hingga akhir November 2025 dan berfokus pada edukasi pengelolaan sampah organik melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Keterangan diterima redaksi Unsulbar News, Senin (08/12), program ini digagas oleh tiga dosen lintas program studi yaitu Nor Indriyanti selaku ketua tim bersama Kasmiati dan Jumriani. Kolaborasi ini hadir sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap permasalahan lingkungan yang semakin meningkat, khususnya terkait penumpukan limbah organik di masyarakat.
Dalam kegiatan diikuti siswa secara aktif ini, para dosen terlebih dahulu memberikan pengenalan teori mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan konsep eco-enzyme. Setelah itu, siswa melakukan praktik langsung pembuatan larutan fermentasi dengan memanfaatkan limbah dapur yang mudah ditemukan di lingkungan rumah maupun sekolah.
Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang dicampur dengan gula merah dan air. Produk ramah lingkungan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembersih alami, tetapi juga dapat digunakan sebagai pupuk cair yang membantu kesuburan tanaman serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.
“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa sampah organik tidak harus berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Dengan eco-enzyme, siswa bisa mengubah limbah menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai,” ungkap Nor Indriyanti.
Lebih jauh, diterangkan sepanjang pelaksanaan program, antusiasme siswa terlihat tinggi. Mereka tidak hanya mempelajari proses ilmiah di balik fermentasi, tetapi juga diajak menuangkan kreativitas dalam pengemasan dan pemanfaatan produk eco-enzyme yang dihasilkan.
“Pendekatan berbasis STEM ini sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah pada siswa,” tambahnya.
Anggota lain, Kasmiati menegaskan bahwa kegiatan PKM ini sejalan dengan dukungan Unsulbar pada tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan pendidikan yang berkualitas, konsumsi-produksi berkelanjutan, serta penanganan perubahan iklim.
“Kami berharap siswa dapat menerapkan eco-enzyme secara mandiri, sehingga budaya peduli lingkungan semakin tertanam,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, siswa SMPN 7 Majene diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat sekitar.
Program PKM ini menjadi bukti nyata kontribusi Unsulbar dalam menyinergikan ilmu pengetahuan dengan aksi nyata untuk keberlanjutan lingkungan dan peningkatan literasi sains generasi muda.

