Dosen Unsulbar Perkuat Motivasi Siswa Belajar Kosakata Bahasa Inggris Berbantuan Wordwall dan Generative AI

Tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) saat menjalaankan program di SMAS Al-Ikhlas Lampoko/Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Nur Arifah

Unsulbar News, Majene – Di era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0, kemampuan berbahasa Inggris telah menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh generasi muda. Menyadari urgensi tersebut membuat tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan program pengabdian dengan menyasar siswa sekolah.

Bertajuk “Penguatan Motivasi Siswa Belajar Kosakata Bahasa Inggris Melalui Pelatihan Berbantuan Wordwall” yang dipadukan dengan pemanfaatan Generative AI. Pelatihan ini berlangsung di Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Al-Ikhlas Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.

Tim dosen terdiri dari Umar, M Pd sekaligus sebagai ketua, bersama Hilman Qudratuddarsi, M Pd, Nor Indriyanti, M Pd dan Jumriani, S Pd, M Sc melaksanakan program itu sejak Juli hingga akhir November 2025 dengan melibatkan siswa kelas XI.

Keterangan diterima Redaksi Unsulbar News, Senin (08/12, program ini mengombinasikan media pembelajaran game-based learning Wordwall dan Generative AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter generasi digital.

“Wordwall digunakan untuk menghadirkan permainan interaktif seperti Match Up, Anagram, Quiz Show, Open the Box, Word Search, hingga Balloon Pop, yang seluruhnya disesuaikan dengan materi kosakata tingkat SMA,” ujar Ketua Tim, Umar.

Sedangkan Generative AI seperti ChatGPT dimanfaatkan untuk menyusun daftar kosakata tematik beserta contoh kalimat, menyediakan contoh penggunaan kosakata dalam dialog keseharian, hingga membantu guru mengatur tingkat kesulitan latihan sesuai kemampuan siswa.

“Pendekatan ini mendorong siswa berinteraksi langsung dengan kosakata melalui gim dan contoh nyata, sehingga tidak hanya menghafal, tetapi juga menerapkan bahasa Inggris secara kontekstual,” tambahnya.

Hal ini dinilai sejalan dengan konsep gamification yang menekankan pembelajaran menyenangkan, menantang, dan memberikan umpan balik instan.

Menurut Umar, penggunaan Wordwall mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan meningkatkan partisipasi siswa.

“Siswa lebih semangat dan tidak lagi merasa bahasa Inggris itu sulit atau membosankan,” ungkapnya.

Guru mitra juga menyampaikan bahwa metode digital interaktif ini sangat sesuai dengan karakter siswa SMA saat ini dekat dengan teknologi.

Evaluasi Program

Berdasarkan hasil evalusi tim, program menunjukkan perkembangan signifikan. Hasilnya 71,42% siswa merasa pembelajaran lebih menyenangkan, 57,14% siswa mengatakan kosakata lebih mudah diingat, dan 51,43% siswa menjadi lebih percaya diri dalam belajar bahasa Inggris.

Selain itu, lebih dari 85% siswa kelas XI memperoleh nilai kategori sangat baik (85–100) dalam tes penguasaan kosakata.

“Program ini tidak hanya menjawab tantangan penguasaan kosakata di tingkat SMA, tetapi juga mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kreativitas dan kemandirian belajar,” papar Umar.

Kegiatan ini didukung oleh LPPM Universitas Sulawesi Barat melalui skema Pengabdian Kemitraan DIPA Unsulbar 2025, sebagai wujud komitmen Unsulbar dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok