
Jurnalis: Serlia Turu Allo
Unsulbar News, Majene– Dalam rangka memperingati 1 Dekade Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik (KMFT) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Teknik menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan Wisata Ba’batoa, Campalagian, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata mahasiswa Teknik terhadap kondisi lingkungan pesisir yang rentan terhadap abrasi pantai, gelombang pasang, dan degradasi lingkungan.
Ketua BEM Teknik Muhammad Nisar Abdawi angkatan 2023 mengatakan, penanaman mangrove dipilih karena memiliki dampak ekologis dan manfaat jangka panjang bagi wilayah pesisir.
“Dari sudut pandang teknik, akar mangrove berfungsi sebagai pemecah gelombang alami yang efektif mereduksi energi gelombang dan menahan laju abrasi pantai. Mangrove juga mampu menyerap karbon dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanaman mangrove merupakan bentuk perlindungan alami soft structure yang relatif murah, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif jangka panjang.
Lebih lanjut, Nisar berharap momentum 1 Dekade KMFT menjadi ajang refleksi sekaligus penegasan arah gerak organisasi agar semakin matang dan visioner.
“Di usia yang ke-10 ini, KMFT Unsulbar ingin memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Ini juga simbol bahwa mahasiswa Teknik siap mengabdi dan peduli terhadap lingkungan,” ucapnya.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa tidak hanya berfokus pada pembelajaran teori di ruang kuliah, tetapi juga hadir memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong keberlanjutan program kerja berbasis lingkungan hidup dan pengabdian masyarakat pada kepengurusan berikutnya.
Aksi penanaman mangrove melibatkan berbagai elemen, mulai dari pengurus KMFT, birokrasi kampus, masyarakat, hingga komunitas peduli lingkungan.

