
Jurnalis: Siti Nanda Cahya Al Qadri
Unsulbar News, Majene- Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran Kelompok Wanita Tani (KWT) Bukit Makmur yang diikuti oleh 20 orang, di wilayah Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Sabtu (16/8/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, pemasaran hasil pertanian, serta pemanfaatan bahan organik untuk memperbaiki kondisi lahan.
KWT Bukit Makmur merupakan kelompok tani aktif yang mengelola lahan pertanian dengan sejumlah komoditas antara lain kangkung, sawi, cabai, dan bawang merah.
Namun, berdasarkan hasil observasi tim pengabdian, lahan yang dikelola anggota KWT Bukit Makmur menghadapi kondisi tanah yang keras, berbatu, dan rendah bahan organik.
Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Ketua Tim Pengabdian yang juga merupakan dosen dari Program Studi (Prodi) Agribisnis, Hasniar, S P M Simemaparkan materi yang berfokus pada penguatan kelembagaan kelompok dan pemasaran hasil pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, anggota kelompok didorong untuk memperkuat kerja sama dan kapasitas, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemasaran dalam mendukung keberlanjutan usaha pertanian.
Materi terakhir disampaikan oleh Dwi Ratna Sari, S P M Si dengan topik “Penggunaan Bahan Organik untuk Tanah Keras”.
Materi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada anggota KWT mengenai karakteristik tanah keras, dampaknya terhadap pertumbuhan tanaman, serta peran bahan organik dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
Pemanfaatan sampah organik rumah tangga juga diperkenalkan sebagai salah satu alternatif bahan pembenah tanah.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan pembuatan alat dan pengolahan sampah basah rumah tangga menjadi pupuk organik.

Dalam praktik pengomposan, bahan organik yang dapat dimanfaatkan antara lain sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan sisa makanan yang tidak berlemak. Pengomposan dapat dilakukan menggunakan alat sederhana seperti composting bin atau lubang kompos dengan menambahkan aktivator mikroorganisme lokal (MOL).
Anggota KWT terlibat secara langsung dalam praktik, sehingga tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Salah satu anggota tim pengabdian, Fitri, S P M Si mengaku sangat puas atas kegiatan yang telah dilaksanakan.
“Kami selaku tim sangat puas terhadap kegiatan ini, karena KWT cukup antusias. Hal ini terlihat dari kehadiran peserta yang maksimal dan banyaknya pertanyaan terkait pengelolaan usaha tani KWT,” ujarnya.
Konsep kegiatan ini sejalan dengan pendekatan pengabdian yang dirancang secara partisipatif dan aplikatif melalui pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai bahan amelioran tanah.
Selain itu, tim juga memberikan handbook. Fitri berharap dengan adanya _
handbook dapat membantu dalam mengelola sampah rumah tangga.
“Dengan adanya handbook yang kami berikan, kami berharap KWT Bukit Makmur dapat terus mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik agar kualitas tanah bisa ditingkatkan. Hal ini juga merupakan upaya keberlanjutan program pengabdian,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap anggota KWT Bukit Makmur semakin mampu mengelola kelembagaan kelompok, memasarkan hasil pertanian, serta memanfaatkan sumber daya organik yang tersedia di sekitar mereka.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pertanian yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan di tingkat masyarakat.
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

