
Jurnalis: Risman Saputra
UnsulbarNews, Majene- Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan kunjungan ke Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Majene, pada Jumat, (21/8/2026)
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan berbagai produk hasil program, sekaligus membangun kolaborasi dalam pengembangan dan keberlanjutan usaha mahasiswa serta kelompok masyarakat dampingan.
Perkenalkan Produk Inovatif Mahasiswa dan Masyarakat
Dalam kunjungan tersebut, tim Unsulbar membawa sejumlah produk yang dihasilkan melalui pelaksanaan PKM, P2MW, dan PPK Ormawa. Produk tersebut meliputi Batik Minyak Mandar dari P2MW, Painting 3D Tokoh Pewayangan dari PKM WAYANGKU, serta Buku TKA Interaktif Berbasis Adaptive Learning dari PKM LULUSIN.
Selain produk mahasiswa, tim juga memperkenalkan produk hasil pemberdayaan masyarakat melalui PPK Ormawa Bahari Mandar. Produk tersebut berupa diversifikasi olahan ikan, yakni abon ikan, sambal ikan, kerupuk tulang ikan, bakso ikan, dan nugget ikan.
Tim turut memperkenalkan produk pemberdayaan kelompok anak nelayan berupa sabun cuci piring berbasis ecoenzyme dan ecobrick.
Kegiatan tersebut melibatkan dosen pendamping, Nor Indriyanti, S Pd M Pd bersama mahasiswa dari tim P2MW Batik Minyak Mandar, PKM Lulusin, PKM Wayangku, dan PPK Ormawa Bahari Mandar.
Kedatangan tim Unsulbar disambut fasilitator Rumah BUMN Majene, Wais, Adi, dan Ida. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, mengingat kedua pihak sebelumnya telah beberapa kali bertemu dalam sejumlah kegiatan dan bazar UMKM.
Tindak Lanjut Berupa MoU Pendampingan Usaha
Selain memperkenalkan produk, pertemuan tersebut membahas peluang pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha.
Rumah BUMN Majene memberikan dukungan melalui pendampingan yang mencakup pengembangan usaha, standarisasi dan legalitas usaha, pendampingan produk halal, pencatatan keuangan sederhana, serta pemasaran digital.
Kolaborasi tersebut dituangkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) pendampingan pengembangan usaha. Pendampingan tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa yang mengembangkan usaha, tetapi juga kelompok masyarakat yang telah didampingi melalui PPK Ormawa Bahari Mandar, khususnya kelompok istri nelayan dan anak nelayan di Desa Galung Tuluk.
Melalui pendampingan tersebut, produk diversifikasi olahan ikan dan sabun cuci piring berbasis ecoenzyme diharapkan dapat memiliki tata kelola usaha yang lebih baik, legalitas yang memadai, pencatatan keuangan yang tertib, serta jangkauan pemasaran yang lebih luas.
Keberlanjutan Jadi Fokus Utama
Nor Indriyanti mengatakan keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari terselesaikannya kegiatan dan dihasilkannya produk.
Menurutnya, keberlanjutan produk dan manfaatnya setelah program berakhir menjadi hal yang tidak kalah penting.
“Program boleh selesai, tetapi kebermanfaatannya tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan Rumah BUMN Majene menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.
“Bagi kami sebagai dosen pendamping, keberhasilan program bukan hanya ketika mahasiswa berhasil menyelesaikan kegiatan atau menghasilkan luaran, tetapi ketika luaran tersebut dapat terus dimanfaatkan, dikembangkan, memiliki nilai ekonomi, dan memberikan dampak bagi masyarakat setelah program selesai,” katanya.
Sebagai tindak lanjut kerja sama, tim Unsulbar bersama Rumah BUMN Majene akan mengagendakan pemberian materi dan pendampingan langsung kepada kelompok istri nelayan dan anak nelayan di Desa Galung Tuluk.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan produk yang telah dihasilkan sekaligus membuka peluang keberlanjutan usaha mahasiswa dan masyarakat setelah program PKM, P2MW, dan PPK Ormawa berakhir.
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

