
Jurnalis: Marselino Geradus
Unsulbar News, Majene – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) gelar sebuah program bernama ICMI Goes to Campus. Gandeng Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), ICMI lewat program ini adakan dialog tematik bertema “Akselerasi Pembangunan Daerah: Kolaborasi untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan” di Aula Theater Gedung Kembar, Selasa (22/4/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak kaum akademisi agar bersama-sama merembukkan rekomendasi kebijakan berbasis kajian akademik dan kebutuhan lokal dalam rangka pembangunan daerah yang lebih baik.
Di samping itu, ini merupakan sebuah kesempatan untuk mempertemukan para pemain utama pembangunan daerah, yaitu pemerintah, masyarakat, dan tentunya akademisi itu sendiri untuk membangun sinergitas yang lebih kuat.
Acara ini dihadiri Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Sulawesi Barat Dr Hj St Suraidah Suhardi, M Si, Wakil Bupati Majene periode 2025-2030 Dr Hj Andi Rita Mariani, M Pd, Rektor Unsulbar Prof Dr Muhammad Abdy, S Si, M Si, serta para dosen dan mahasiswa Unsulbar.
Dalam sambutannya, Rektor Unsulbar mengapreasiasi program dialog tematik oleh ICMI tersebut. Ia berpendapat, kegiatan semacam ini memberi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk turut berkontribusi nyata demi pembangunan daerah, dan pihaknya siap memberi dukungan secara penuh lewat ilmu pengetahuan.
“Dengan potensi sumber daya manusia dan banyaknya hasil riset dari Unsulbar, kami siap menopang pemerintah provinsi maupun kabupaten dalam menata arah pembangunan yang berbasis data dan kajian ilmiah,” ujar Prof Abdy dikutip dari Sulbar-kabarta.com.
Baca juga: Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Dorong Pembangunan Ekonomi Sulbar
Sementara itu, Dr Suraidah Suhardi selaku Ketua ICMI Orwil Sulawesi Barat menyampaikan bahwa ketimpangan sosial dan lemahnya komitmen terhadap prinsip berkelanjutan menjadi tantangan utama dalam pembangunan daerah. Untuk itulah ICMI hadir sebagai center of excellence mitra strategis untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Ia juga menambahkan, Unsulbar merupakan sasaran program ICMI Goes to Campus kedua setelah STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Majene.
Menanggapi hal di atas, pemerintah daerah (pemda) dalam hal ini diwakili Dr Andi Rita menegaskan komitmennya untuk melibatkan perguruan tinggi sebagai salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan daerah.
“Pemda berkomitmen mendorong percepatan pembangunan daerah termasuk pelibatan perguruan tinggi dalam berbagai proses perencanaan hingga pelaksanaan kebijakan,” tuturnya dikutip dari Sulbar-kabarta.com.
Adapun topik pembahasan dalam dialog tematik ini ada tiga, yaitu Strategi Pembangunan Jangka Menengah dan Prioritas Daerah oleh Wakil Bupati Majene, Peran Perguruan Tinggi dalam Penguatan SDM dan Inovasi Pembangunan Daerah oleh Rektor Unsulbar, terakhir Peran Cendekiawan Muslim dalam Mendorong Akselerasi Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan oleh Ketua ICMI Orwil Sulawesi Barat.
Informasi terhimpun, kegiatan ini berjalan dengan lancar selama kurang lebih tiga jam mulai pukul 14.00 – 17.00 WITA.
Antusiasme Tinggi, Peserta Melebihi Target
Dalam sebuah wawancara singkat kru Unsulbar News dengan salah satu panitia, Salahuddin Ismail menyampaikan bahwa total peserta yang hadir melebihi target yang ditentukan.
“Total peserta lebih dari target capaian. Target peserta cuma 100 orang,” tulisnya via Whatsapp (23/4).
Hal ini menunjukkan antusiasme akademisi Unsulbar untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan daerah.

