
Jurnalis : Muh. Taufan Amir
Editor : Abdul Majid
Unsulbar News,Majene : Unjuk rasa yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa anti kekerasan, Senin 17 April 2017 berjalan damai. Aksi yang digelar di bundaran kota Majene dan depan kantor Kepolisian Resort (Polres) Majene tersebut menuntut agar tindakan premanisme berupa kekerasan serta intimidasi oleh oknum anggota Polres Majene kepada salah-satu mahasiswa yang juga anggota Front Perjuangan Pemuda Indonesia ( FPPI ) segera diproses secara hukum. Hal tersebut tentunya sangat mencederai institusi kepolisian sebagai lembaga penegak hukum.
Setelah melakukan orasi di depan kantor Polres Majene, massa kemudian diterima oleh Wakil Kepolisian Resort (Wakapolres) Majene. Lima belas orang perwakilan massa yang terdiri dari beberapa koordinator lapangan diperkenankan bertemu dan melakukan dialog dengan Wakapolres Majene. Dari pertemuan tersebut, Wakapolres mengungkapkan bahwa oknum anggota yang telah melakukan pemukulan telah diproses secara hukum. “ Permasalahan ini akan di lanjutkan melalui proses persidangan” Tegas Wakapolres Majene.
Dari informasi yang berhasil dihimpun jurnalis Unsulbar News, proses persidangan atas pelanggaran kode etik kepolisian dimulai pada pukul 14.00 WITA hari ini.
Baca juga : Diadili, Tersangka Pemukulan Mahasiswa Divonis kurungan
