Angkat Hobi Jadi Skripsi, Nurul Fadhila Raih Sarjana Dengan IPK Tertinggi

Foto: Nurul Fadhila, S Mat

Penulis : Gabriel Edo (Ilmu Hubungan Internasional 2020)

Unsulbar News, Majene – Salah satu syarat mahasiswa memperoleh gelar sarjana adalah menyelesaikan tugas akhir skripsi.

Meski begitu skripsi hingga saat ini masih menjadi momok bagi sebagian mahasiswa, karena dianggap sulit dan ribet terutama saat pembuatan judul dan topik skripsi yang akan dibahas.

Namun beberapa mahasiswa tidak kehabisan akal untuk memilih topik penelitian, bahkan dari mereka ada yang mengangkat kebiasaan atau aktivitas yang mereka suka. Seperti Nurul Fadhila (21), mahasiswa Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) yang dikukuhkan pada wisuda ke-XI, Selasa (30/11/21).

Hobinya nonton Drama Korea (Drakor) kemudian mengantarkan dirinya untuk mengambil tugas akhir skripsi dengan judul “Model Epidemi SEIEdR perilaku kecanduan Drama Korea”.

Mahasiswa program studi Matematika Sains tersebut melakukan penelitian dengan mengambil model matematika untuk mengetahui bagaimana dinamika penyebaran kecanduan drakor dan lebih bijak di dalam menonton drakor.

Apalagi dimasa pandemi kecanduan Drakor semakin pesat dan perilaku kecanduan ini bersifat endemik dimasyarakat. Dhila mendapatkan hasil bahwa kecanduan Drakor tidak akan bersifat endemik selama masing-masing jumlah sub populasi berada di titik ekuliptrium.

Penelitian sebelumnya dilakukan dilingkungan kampus dengan penelitian SIR pada perilaku fanatisme K-Pop fans dan dikembangkan menjadi model SERIEdR yaitu menambah faktor edukasi dan menambah subpupulasi exposed atau penonton pemula menjadi model yang lebih kompleks dengan kasus yang berbeda terhadap Drakor.

Pada pelaksanaan penelitian yang berlangsung dari Februari hingga Mei 2021, Dhila mengalami kendala yaitu simulasi numerik yang membutuhkan waktu lama untuk dikerjakan dan pelaksanaan ujian hasil dan ujian tutup juga lama karena menunggu peserta lainnya.

Lahir di Wonomulyo, 09 September 1998 dari pasangan Arifin R dan Sumarni. Dhila pada wisuda-XI Unsulbar dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta lulus Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi tingkat universitas, 3.96. Dengan waktu tempuh selama 4 tahun 2 bulan.

Anak kedua dari empat bersaudara ini mengatakan bahwa dalam studinya, ia tidak pernah menargetkan untuk menjadi wisudawan terbaik. “Sama sekali tidak menyangka akan menjadi lulusan terbaik, karena kemarin sempat merasa tidak akan wisuda, cek SKB dan akhirnya dapat informasi bahwa menjadi lulusan terbaik,” ungkapnya kepada Unsulbar News (30/11/21).

Selama kuliah, ia juga merupakan penerima beasiswa Bidikmisi, aktif mengikuti kegiatan seperti Program Kreativitas Mahasiswa dan Olimpiade Nasional MIPA (ONMIPA). Selain itu aktif diorganisasi, pernah menjabat sebagai wakil ketua Himpunan Mahasiswa Matematika dan Anggota BEM FMIPA.

Latar belakang orang tua, tidak membuatnya patah semangat di dalam perkuliahan. Ayahnya hanya seseorang petani dan Ibunya seorang TKI di Malaysia.

“Melihat kerja keras orang tua yang banting tulang untuk bisa membiayai perkuliahan, membuat saya lebih bersemangat dan belajar sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Adapun rencana Dhila setelah menyandang gelar sarjana Matematika (S Mat), dia ingin melanjutkan S2, tetapi saat ini fokus tes CPNS. “Kalaupun lulus CPNS, rencana kuliahnya akan di pending,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok