
Kabut asap karhutla menyelimuti Kota Majene dipantau dari Puncak Parang-parang. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas perkuliahan mahasiswa Unsulbar. Foto: Unsulbar News/Andri Irawan
Penulis: Andri Irawan
Unsulbar News, Majene – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaporkan menyebar hingga Kabupaten Majene mulai mengganggu aktivitas mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada, Rabu (14/10/2026).
Ardian Ma’dika, mahasiswa Program Studi Hukum angkatan 2022, mengaku terganggu oleh keberadaan asap saat berkendara menuju kampus. Ia juga mengeluhkan gangguan pernapasan akibat paparan asap tersebut.
“Asap ini mengganggu aktivitas kita sebagai mahasiswa. Kita setiap hari berkendara ke kampus sambil menghirup asap ini. Saya berharap pemerintah setempat, terutama di daerah yang sedang terbakar, segera mengatasi masalah ini,” ujarnya.
Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, asap juga memengaruhi kunjungan mahasiswa ke sejumlah tempat rekreasi di Majene, salah satunya Puncak Parang-Parang.
Pemandangan yang biasanya menjadi daya tarik pengunjung dilaporkan kurang terlihat akibat asap.
Dampak asap karhutla tidak hanya terjadi di Kabupaten Majene, tetapi juga dilaporkan di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar. Mengutip pemberitaan Metro TV, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat Muh Yasir Fattah menyampaikan bahwa kepulan asap berkaitan dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan.
Di sektor pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat Muhammad Nehru Sagena dilaporkan telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sulawesi Barat. Surat yang terbit pada 12 Oktober 2026 tersebut berisi imbauan untuk memantau kualitas udara di lingkungan sekolah secara berkala.
Sementara itu, mengutip pemberitaan CNN Indonesia, asap yang menyelimuti sejumlah wilayah juga dikaitkan dengan kiriman asap dari karhutla di daerah lain, termasuk Kalimantan. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Majene juga dilaporkan telah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan instansi terkait untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kabut asap karhutla kini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga mulai berdampak pada aktivitas belajar, kesehatan, dan kegiatan sehari-hari mahasiswa Unsulbar. Dengan imbauan dari pemerintah daerah dan dinas terkait, masyarakat, termasuk sivitas akademika, diharapkan tetap waspada, menjaga kesehatan, dan tidak ikut memperburuk kualitas udara melalui pembakaran sampah maupun lahan.
Editor: Nurzahira

