Berfikir Kritis Dalam Menyikapi Informasi di Era Digitalisasi

Gambar : Alfhandhy

Penulis : Alfandhy
Direktur IT and Cyber Education  Lingkar Mahasiswa Tapango (Limata)

Unsulbar News. Mengapa kita harus berfikir kritis ? , Hidup di negara Demokratis seperti Indonesia menjadikan kita bebas mengemukakan pendapat,berbicara dan mencari informasi, ditambah lagi dengan kondisi teknologi sekarang yang sangat memudahkan kita dalam mencari dan menyebarkan informasi.

Dengan  kemudahan dalam mengelola informasi dan banyaknya informasi yang masuk tiap harinya baik itu melalui social media seperti facebook,twitter,whatsapp,intagram dan lain sebagainya.  Dengan banyaknya informasi yang tiap harinya bertebaran di Internet kita tidak tahu mana informasi yang benar dan salah terlebih lagi jika kita tidak dapat mengola informasi tersebut kita akan ragu, informasi apa saja yang dapat dipercaya atau tidak, terlebih lagi kita akan  tertipu dan terpengaruh oleh informasi informasi buruk yang entah kita tahu dimana sumbernya.

Jadi bagaimana mengatasi hal tersebut ? , nah dengan Berfikir kritis ! dengan berfikiri kritis kita tidak akan terpengaruh oleh berita berita yang  membawa kita kearah yang tidak benar serta menjadi perisai diri bagi diri kita dalam menanggapi berbagai informasi yang entah berantah sumbernya.

Menurut Beyer (1985) Pengertian berfikir kritis adalah kemampuan kemampuan untuk :

  1. Menilai valid tidaknya suatu sumber informasi
  2. Bisa membedakan mana yang relevan dan mana yang tidak relevan
  3. Bisa membedakan mana yang fakta mana yang opini
  4. Mampu untuk mengidentifikasi bias dan sudut pandang.
    Dapat juga di katakan bahwa seorang pemikir kritis adalah orang yang berfikir secara sistematis,logis dan objektif. KRITIS berbeda dengan KRITIK, kritik lebih ke pada kegiatan menyerang hasil pemikiran orang lain sedangkan kritis adalam kemapuan seseorang dalam mengelola informasi secara sistematis,logis dan objektif.

Ciri ciri orang yang berfikir kritis adalah selalu mengecek sumber informasi yang dianggap kurang baik, terkadang berita memuat judul yang sangat bombastis dan menyerang individu atau kelompok, sering terjadi pada pemberitaan di media social yang sumbernya sangatlah tidak jelas dan berita nya yang sangat amburadul.

Ditambah lagi gambar yang telah di edit dan biasanya tidak sesuai dengan isi berita. Seorang pemikir kritis menanggapi hal tersebut dengan mencari kejelasan sumber berita dan kapan berita ini di terbitkan, biasanya media informasi yang mempunyai kredibilitas atau kepercayaan tinggi akan memberitakan hal yang sama.

Media abal abal dapat dilihat dari bagaimana mereka menyajikan berita yang biasanya tidak menyertakan narasumber atau kejelasan berita tentang kapan berita ini di liput dan diterbitkan.

Masalah kerap terjadi ketika mendapat informasi yang memancing emosi yang menjadikan kita tidak sabar diri dan dapat saja menerima informasi tersebut secara mentah mentah. Dalam berfikir kritis kesabaran dan penalaran logika adalah hal yang utama dalam mengelola informasi yang didapat, sering muncul di media Berita Hoax yang tujuannya hanya untuk memancing keresahan publik dan menjadi senjata dalam berpolitik.

Keterampilan Berfikir kritis lah yang menjadi perisai bagi diri kita untuk bisa mengelola informasi jauh lebih baik, serta menanggapi berbagai berita berita yang banyak meresahkan publik, Keterampilan ini sangat lah di butuhkan di era digitalisasi sekarang, dengan perkembagan teknologi yang sangat pesat menuntut kita untuk siap dan tanggap akan berbagai masalah masalah yang akan muncul kedepannya.

Penulis banyak berharap kepada para pembaca untuk tidak gegabah dalam menyikapi sebuah berita di era digital sekarang, karna kemunculan berita yang menyesatkan dapat saja muncul di sekitar kita, maka dari itu kemampuan berfikir kritis harus terus di latih untuk menanggapi dan menyikapi informasi di era digitalisasi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok