Mahasiswa Farmasi Unsulbar Turun ke Tandassura, Ajarkan Warga Olah Kelapa Jadi VCO dan Sabun

Pemaparan materi kepada warga masyarakat setempat. Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Jumadi Abdi

Unsulbar News, Majene- Lima mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, pada Minggu (30/8/2026).

Kelima mahasiswa tersebut, yakni Aulia Wardani, Elsapira, Reski Radatul Aisya, Ismail, dan Sahrul, turut mendampingi warga dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga praktik pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO), sabun, dan minyak aromaterapi.

Selain mendampingi produksi, mahasiswa juga merekap data pre-test dan post-test peserta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di masyarakat.

“Selama perkuliahan, kami mempelajari formulasi dan standar higiene produksi. Melalui kegiatan ini, kami bisa mempraktikkannya langsung bersama masyarakat dengan kondisi dan peralatan yang berbeda dari laboratorium kampus. Pengalaman ini mengajarkan kami untuk menyesuaikan ilmu agar mudah diterapkan dengan peralatan yang tersedia,” ujar salah satu mahasiswa pendamping produksi VCO.

Mahasiswa juga menyiapkan alat simulasi keselamatan kerja, seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan penanggulangan kebakaran. Mereka turut mendokumentasikan seluruh kegiatan melalui foto dan video.

Keterlibatan mahasiswa di masyarakat memberi pengalaman berbeda dari pembelajaran di kelas. Mereka belajar berkomunikasi dengan warga menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

“Awalnya kami sempat canggung karena istilah farmasi yang biasa digunakan ternyata asing bagi warga. Dari situ, kami belajar menyampaikan materi dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami,” ujar salah satu anggota tim.

Ketua Tim Pengabdi, Anisa Dwirizky Abdullah, S Si M Si Apt menyebut keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran di luar kampus.

“Mahasiswa tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi terlibat langsung sejak persiapan, pendampingan praktik, hingga dokumentasi dan pengelolaan data. Pengalaman seperti ini tidak mereka dapatkan hanya di dalam kelas,” ujarnya.

Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal mahasiswa saat terjun sebagai tenaga kesehatan, terutama dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan warga.

Pendampingan mahasiswa dalam program PKM akan berlangsung hingga Desember 2026. Tahap berikutnya meliputi pelatihan diversifikasi produk, simulasi keselamatan kerja, evaluasi, dan penyusunan laporan bersama dosen pembimbing

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok