Oleh Darnawati Secerca harapan pagi hari Hilur bilur para pejuang terlihat Mereka bertengger seperti kicauan burung Seolah menikmati kebebasan dan kenyamanan. Pergi
Sastra
Cerpen dan Puisi
Puisi : Puisi Dalam Puisi
Oleh : Ady Aku tahu puisimu bagus karena puisimu kau tuliskan dengan kebenaran atas kebohonganmu. Aku tahu puisimu bagus karena kau tuliskan mimpimu atas
Puisi : Air Mata di Negeri Syurga
Oleh : Rabiatul Adawiah Kejejakkan langkah kaki ku menapaki tanah. Menyisir batu tajam yang hiasi bumiku. Sesekali debu kotor jalanan menerpa kulit wajahku. Bersama
Puisi : Protes
Oleh : Darnawati Tahukah kamu? Sadarkah kamu? kau menoreh luka, untuk ia yang kelaparan, mereka yang melarat, meski telah membuatmu berdiri.
Kepada Wanita
Oleh: Amran Diksi-Diksi patah lahir berganti, Terhimpit rindu di belantara resah. Alur-alur rasa datang lalu pergi, Telaga lara terlanjur mendekap di jiwa. Kucintai seorang
Puisi : Magnet Rindu
Oleh : Muhammad Sarif Hujan yang begitu mesra Menyapa kedalam sukma Menyelimutiku dengan mesra Membawa sepucuk rindu yang masih baru Dari Siapa ?
Puisi : Kedai Kopi Terbalut Kesenian
Oleh : Isvani Arief Termenung memandang rumput yang malu ketika aku pandang Pria dan kedai kopinya melaju di depan mataku Dia menuang kopi dengan
Puisi : Rindu
Oleh: Sukwan Ansyar Wahai kau sang sinar mentari yang datang tak pernah ingkar janji katakan pada melati Aku rindu dia hari Ini
Kerinduan Seorang Mahasiswa
Oleh : Sukwan Ansyar Aku berjalan membawa kakiku Bersamaan dengan pilu di hatiku Seketika hendak kutinggalkan ayah dan ibuku Menuju pendakian sebuah tujuan hidupku
Mencintai yang Melupakan
Oleh: Fauzan Azima Sungguh aneh rasanya Mencintai yang tak ada Seperti fatamorgana Tidak ada, tapi ada Membingungkan, tapi nyata Mencintaimu Sama saja










