
Oleh: Fauzan Azima
Sungguh aneh rasanya
Mencintai yang tak ada
Seperti fatamorgana
Tidak ada, tapi ada
Membingungkan, tapi nyata
Mencintaimu
Sama saja membunuhku
Tapi melupakanmu
Adalah kematianku
Seperti terhunus pedang
Dibiarkan menyakitkan
Ketika dilepaskan
Menghancurkan lebih dalam
Tapi biarlah
Biarkan pedang ini tertancap
Luka ini tal seharusnya terucap
Namun sakit ini tak mampu menetap
Dari rindu yang terus berharap
Mengapa aku mencintaimu?
Seorang yang telah melupakanku
Merusak shimpony indahku,
Cerita hebat dalam hidupku,
Dan pengorbananku?
Jawabannya hanya ada satu
“tidak ada alasan untuk itu”

