Oleh Darnawati
Secerca harapan pagi hari
Hilur bilur para pejuang terlihat
Mereka bertengger seperti kicauan burung
Seolah menikmati kebebasan dan kenyamanan.
Pergi pagi pulang petang menjauh dari kampung halaman
Berhamburan mencari ruang kosong demi mendapatkan ilmu
Seiring menapaki jalan yang suram.
Kadang berhadapan dengan pendakian,
Kadang pula berjuang akan licin penurunan
Adakah peduli dalam hal ini?
Wajah memelas,mengeluh dan kelelahan
Tubuh jiwa kadang jadi taruhan
Saat langit menangis jalan licin mencipta lumpur
Saat kemarau panjang tanah retak seolah berubah menjadi ombak
Namun tetap saja tak ada suara perubahan untuk keadaan ini.
Kapan ada peduli dalam hal ini?
Untukmu para pejuang pemikir,para pejuang toga, dan para pejuang revolusi
Semoga protesmu terdengar
semoga impianmu diwujudkan
Dan semoga harapan dipedulikan
Salam Mahasiswa.
Penulis adalah mahasiswa prodi akuntansi Unsulbar angkatan 2017


