Cerita Dosen Muda Unsulbar dengan Metode Pengajarannya

Gambar : Flipchart (sumber : www.elmworkspace.com)

Jurnalis : Kamariah

Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Kuliah merupakan hal serius tapi bukan berarti anda harus menjadi sosok dosen yang sangat serius, kaku,  tidak bisa diajak bercanda, memandang dengan tampang  menyeramkan dan tidak bersahabat karena serius, namun santai justru akan membuat suasana perkuliahan menjadi lebih hidup. 

Bukankah kunci dari semangat mahasiswa itu tergantung dari bagaimana dosen mengajar?  Semua dosen ingin menjadi pengajar yang disenangi oleh mahasiswa,  tentunya semua menginginkannya. Salah satu dosen mata kuliah Interaksi politik program studi Ilmu Politik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang menggunakan metode baru dengan tujuan membuat mahasiswa lebih mudah menerima pelajaran.  Metode flipchart  pun menjadi pilihan yang terkesan unik karena metode ini belum pernah ditemui oleh mahasiswa di mata kuliah interaksi politik sebelumnya .

Flipchart adalah kumpulan ringkasan, skema,  gambar,  tabel  yang dibuka secara berurutan, tersusun dengan rapi dan baik berdasarkan topik materi pembelajaran penyajian informasi flip chart berupa : gambar, huruf, diagram dan angka.  Kelebihan metode ini adalah mampu menyajikan pesan pembelajaran secara ringkas dan praktis dapat digunakan dalam ruangan atau diluar ruangan, bahan pembuatan juga relatif murah, mudah dibawah kemana – mana serta meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa.

Seperti  yang  dialami mahasiswa pada umumnya, selama tujuh semester dibangku perkuliahan sampai akhirnya pada titik akhir semester tentulah sangat membosankan, apalagi pembelajaran di kampus hanya terima ceramah dari dosen dan persentase, dimana  hampir disemua kampus , metode ceramah dan persentase selalu menjadi metode utama pembelajaran di kelas.

Kemonotonan metode persentasi menunjukkan bahwa metode ini tak lagi efektif digunakan, lain lagi dengan metode ceramah yang sedari dulu sudah membuat ngantuk dan jenuh kecuali sang dosen menggunakan strategi humoris dan model ceramah yang selalu membuat mahasiswa tertawa, hal itu tentu mengurangi rasa bosan dan jenuh mahasiswa.

Target untuk menjadikan paham audiens bukan lagi jadi satu-satunya tujuan persentasi. Mahasiswa lebih kepada menjalankan tugas dosen. Selesai persentasi maka selesai pula tanggung jawab menjalankan tugasnya. Presentasi juga menjadi bagian dari peniliaian dosen, sehingga fokus utama target mahasiswa hanya mendapat penilaian dosen. Terbukti saat mahasiswa persentasi  tanpa dihadiri dosen maka sama sekali tidak terjadi pembelajaran yang efektif, diskusi tidak berjalan normal, dan yang ada hanyalah keramaian layaknya pasar.

Hampir satu jam saya mengamati metode pengajarannya,  saya mencoba berdiskusi dan bertanya langsung kepada ibu  Citra Nayasari dosen pengampu mata kuliah interaksi politik yang menggunakan metode flip chart saat setelah beliau mengisi kelas mahasiswa. Dalam penjelasannya, senin  (24/09/18) dosen muda yang berparas cantik dan terlihat ramah itu mengungkapkan bahwa metode flip chart sangat efektif digunakan agar mahasiswa tidak bosan sehingga mahasiswa juga bersemangat dan tidak ngantuk.

“Kadang juga jika mahasiswa diberi tugas kebanyakan hanya copy paste dari internet dan teman – temannya jadi saya memberikan cara belajar yang berbeda untuk membuat mahasiswa tidak bosan dan pelajaran mudah dipahami”

Saya pun tertegun, tetapi ada hal menarik dari penjelasan metode plif chart ini karena fokus mahasiswa menjadi lebih baik. Hal itu dikarenakan flip chart kuat secara visual sehingga mahasiswa lebih rileks menerima penjelasan.

Lanjut, metode flip chart ini sesuai penjelasan Citra Nayasari sangat cocok untuk mahasiswa selain untuk membuat mahasiswa tidak bosan karena mahasiswa pasti suka hal – hal yang baru, juga karena suasana menjadi cair dan menyenangkan.

Setelah saya akan beranjak meninggalkan ruang kelas, tanpa sengaja saya bertemu dengan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ibu Citra, namanya  Lin Ansar. Dia menghampiri dan memberi komentar tentang metode flip chart, menurutnya walaupun metodenya seperti gaya belajar anak umur TK, namun itu memberi efek positif, karena disamping kita tidak tegang, terasa seru dan materi yang disampaikan menjadi menarik.   ” Bahwa metode ini mungkin lebih kekanak-kanakan, tapi membuat mahasiswa lebih semangat dibanding berbentuk audiens biasa saja “. ungkapnya dengan penuh semangat

Karena itulah saya menganggap metode ini adalah sesuatu yang masih baru di lingkungan Unsulbar, entah menarik bagi orang lain atau biasa-biasa saja, namun melihat antusias mahasiswa mungkin akan lebih bisa menjadi salah satu rekomendasi  dan bisa jadi alternative referensi mengajar  bagi dosen saat menghadapi kejenuhan dan rasa boring mahasiswa saat mengikuti proses kuliah di dalam kelas.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok