
Oleh : Khairunnisa Lukman
Unsulbar News. Saya ingin bercerita tentang adik saya Nur Annisa, seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka mencecah 17 tahun, perkembangan tingkah lakunya benar-benar membimbangkan ibu. Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah. Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang, di tambah lagi ibu merupakan guru Al-Quran. Sangat mengelakkan pergaulan yang terlalu bebas, ibu telah meminta adik memakai kerudung. Permintaan itu selalu saja di tolaknya sehingga seringkali terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka.
Pernah pada suatu hari adik berkata dengan suara yang agak keras,
“coba ibu lihat, tetangga-tetangga kita pun ada yang anaknya pakai jilbab, tetapi tingkah lakunya sama seperti orang yang tak pakai jilbab. Sampai kawan-kawan nisa dekat sekolah, yang pakai jilbab pun selalu pergi-pergian dengan om-om, pegang-pegangan tangan. Nisa ni, walau tak pakai jilbab, tak pernah berbuat kayak gituan!”
Ibu hanya mampu mengelus dada mendengar kata-kata adik. Kadang kala saya melihat ibu menangis di akhir malam. Dalam qiamullailnya. Terdengar lirih doanya “Ya Allah, kenalkan ani dengan hukum-hakam-mu”.
Pada satu hari ada tetangga yang baru pindah berdekatan dengan rumah kami. Sebuah keluarga yang mempunyai enam orang anak yang masih kecil. Suaminya bernama Ahmad Syafi’i. Saya mengenalinya sewaktu di masjid. Setelah beberapa lama mereka tinggal berhampiran rumah kami, timbul desas desus mngenai istri Ahmad Syafi’i yang tidak pernah keluar rumah, hingga ada yang menggelarnya si buta, bisu dan tuli. Hal ini telah sampai ke pengetahuan adikku. Dia bertanya kepada saya,
“kak, betulkah orang yang baru pindah itu, isterinya buta, bisu dan tuli?”
Lalu saya menjawab sambil cuek, “kalau mau tahu, pergi aja kerumahnya, tanya sendiri”
Eh benar adik saya mengambil serius kata-kata saya dan benar-benar pergi ke rumah Ahmad Syafi’i. Sekembalinya dari rumah mereka, saya melihat perubahan yang benar-benar drastis berlaku pada wajah nisa. Wajahnya yang tak pernah muram atau lesu menjadi pucat lesu. Entah apa yang telah berlalu?
Namun selang dua hari kemudian, dia minta ibu buatkan jilbab. Jilbab yang jatuh kebawah. Adikku pakai baju panjang, lengan panjang pula. Saya sendiri jadi bingung. Bingung campur syukur kepada Allah SWT karena saya melihat perubahan yang ajaib. Ya, saya katakan ajaib karena dia berubah seratus persen! Tiada lagi anak-anak muda atau teman-teman wanitanya yang datang ke rumah hanya untuk bercakap perkara-perkara yang tidak tentu arah. Saya lihat dia banyak merenung, banyak baca majalah islam (biasanya dia suka beli majalah hiburan), dan saya lihat ibadahnya pun melebihi saya sendiri. Tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunnahnya. Dan lebih menakjubkan lagi, bila ada lawan jenis yang datang kerumah, dia menundukkan pandangan.
Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan untuk bekerja di kalimantan, kerja di salah satu perusahaan minyak. Dua bulan saya bekerja di sana, saya mendapat kabar bahwa adik sakit parah sehinggah ibu memanggil saya pulang kerumah (rumah saya di purwokerto). Dalam perjalanan, saya tak henti-henti berdoa kepada Allah SWT agar adikku nisa di beri kesembuhan, hanya itu yang mampu saya usahakan.
Ketika saya sampai di rumah. Di depan pintu sudah banyak orang. Hati berdebar-debar, tak dapat ditahan… saya belari masuk ke dalam rumah.. saya melihat ibu lantas memeluknya…dalam isak tangisnya ibu memberitahu, “ San, adik bisa mengucapkan kalimat Syahadat diakhir hidupnya”.. air mata ini tak dapat ditahan lagi…
Setelah selesai upacara pengkebumian dan lain-lainnya, saya masuk kebilik adikku. Saya lihat diatas mejanya terletak sebuah diari. Diari yang selalu adik tulis. Diari tempat adikku menghabiskan waktunya sebelum tidur semasa hayatnya. Kemudian diari itu saya buka sehelai demi helai.. hingga sampai pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul dihati ini..
Perubahan yang terjadi ketika adik baru pulang dari rumah Ahmad Syafi’i. Disitu tertera tanya jawab antara adik dan isteri tetangga kami. Butirannya seperti ini:
Soaljawab (saya lihat dilembaran itu terdapat banyak bekas tetesan air mata)
Annisa : (Aku heran, wajah wanita ini cerah dan bersinar seperti bidadari) ibu… wajah ibu sangat muda dan cantik
Isteri tetanggaku : Alhamdulillah…sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati
Annisa : Tapi ibukan sudah punya anak enam. Tapi masih kelihatan cantik
Isteri tetanggaku : Subhanallah…sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT. dan bila Allah SWT berkehendak.. Siapakah yang bisa menolaknya?
Annisa : Ibu…selama ini ibu saya selalu menyuruh saya memakai jilbab.. tapi saya selalu menolak karena karena tak ada masalah kalau saya tak pakai jilbab, asalkan saya berkelakuan baik. Saya lihat, banyak wanita pakai jilbab tapi kelakuannya melebihi kami yang tak pakai.. maka dari itu saya tak pernah rasa ingin pakai jilbab. Pendapat ibu bagaimana?
Isteri tetanggaku : Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semunya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT nanti, jilbab adalah perlindungan untuk wanita..
Annisa : Tapi yang saya lihat, banyak wanita berjilbab yang kelakuannya tak baik..
Isteri tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, tapi hakikat atau makna di balik jilbab itu sendiri harus kita pahami
Annisa : Apakah hakikat jilbab?
Isteri tetanggaku : hakikat jilbab adalah perlindungan zahir batin, lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu, lindungi lidah kamu dari mengumpat orang yang bercakap perkara yang sia-sia.. senantiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah SWT, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat, lindungi hidungmu dari segala yang berbau busuk, lindungi tangan-tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa, maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu.. Itulah hakikat jilbab
Annisa : Ibu, sekarang saya sudah jelas tentang arti jilbab.. mudah-mudahan saya mampu pakai jilbab. Tapi bagaimana sayan mau melakukannya?
Isteri tetanggaku : Duhai Nisa, bila kamu memakai jilbab, itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang maha pemberi rahmat, bila kamu mensyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan ‘jilbab’ hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.
Duhai Nisa, Ingatlah akan suatu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. ketika di tiup sangkakala yang kedua, pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan, ketika tujuh matahari yang di dekatkan diatas kepala kita namun keadaan gelap gulita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya, anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak mengenal satu sama lain lagi, antara satu sama lain bisa menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris yang panjang dan masing-masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan karena saat itu ada yang berpeluh karena rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam-macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis…menangis karena hari itu Allah SWT murka..belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hinggalah sampai ke timbangan Mizan. Hari itulah dipanggil hari hisab.
Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal hari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita ditanya oleh yang Maha Perkasa, Maha besar, Maha Kuat, Maha Agung…. Allah SWT.
Sampai disini saja kisah itu saya baca karena disini tulisannya terhenti dan saya lihat banyak tetesan air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.. Subhanallah saya buka halaman berikutnya dan saya lihat tertera tulisan kecil dibawah tulisan itu “buta, tuli dan bisu.. wanita yang tak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia-sia.
Tak tahan airmata ini pun jatuh. Semoga Allah SWT menerima adikku disisinya..Amin

