Deklarasi Mahasiswa Milenial, Fapetkan Serukan Stop Peloncoan bagi Mahasiswa Baru

Gambar: Penandatanganan Deklarasi Mahasiswa Milenial Fapetkan di aula Kodim 1401 Majene (23/08)

Jurnalis : Citra Indah Pratiwi
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Puluhan Mahasiswa baru (Maba) Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) bersama dengan para panitia dan Anggota Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Fapetkan Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) lakukan deklarasi Mahasiswa Milenial di gedung perkuliahan Fapetkan, Kamis (22/08/2019).

Deklarasi Milenial ini ditandai dengan penandatanganan deklarasi stop perpeloncoan, stop bulliying dan stop kekerasan keesokan harinya (23/08) di aula Kodim 1401 Majene. Kegiatan tersebut bertujuan bersama-sama mensukseskan PKKMB 2019 dengan aman dan tertib tanpa perpeloncan sehingga paradigma perpeloncoan berubah menjadi kegiatan yang kreatif dan kolaboratif.

Kegiatan Pembukaan PKKMB tingkat fakultas ini dihadiri Dekan Fapetkan Dr Ir Salmin MP, beserta para ketua prodi, staf dan jajarannya. Deklarasi tersebut ditandatangani seluruh elemen Fapetkan, mulai dari dekan, para dosen, staf dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dr Ir Salmin menjelaskan tentang dampak dan pengaruh perpeloncahan bagi mahasiswa baru.

“Pihak Fakultas, BEM dan Himpunan bersama-sama berkomitmen menjaga kegiatan PKKMB Universitas Sulawesi Barat dengan aman dan tertib tanpa perpeloncoan,” sambutnya.

“Deklarasi Mahasiswa Milenial tersebut merupakan upaya meminimalisasi perpeloncoan, bulliying dan kekerasan pada Maba. Sekarang sudah tidak zamannya lagi menakut-nakuti adik tingkatnya, akan tetapi bagaimana membuat mereka segan, yakni dengan prestasi,” tambahnya.

Untuk pengawasan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh dosen, staf dan panitia untuk mengawasi jalannya pengenalan lingkungan kampus.

Selaku panitia penanggung jawab, Taqwir (Mahasiswa Akuakultur 2017) menegaskan apabila ada yang melanggar dan terbukti melakukan tindakan kekerasan, pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat.

“Sanksi kami berikan sesuai dengan tahapannya mulai dari teguran dan seterusnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berpesan agar Maba tidak harus ditakuti, justru harus dibimbing untuk menunjukkan prestasi.

”Saya berharap semoga ke depan bisa bekerja sama dan lebih mengutamakan simpati antar mahasiswa tanpa harus ada perpeloncoan, bulliying dan kekerasan,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok