
Penulis: Mulki
Unsulbar News, Pangkep – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKN Kebangsaan) XIII tahun 2025 membuat penemuan signifikan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada (8/7/2025).
Peserta KKN dari posko 2 Kelurahan Balocci Baru menemukan tumpukan pecahan gerabah yang terkubur di dalam Gua Leang Pettang, sebuah gua berair yang terletak di Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci.
Penemuan ini terjadi ketika 8 mahasiswa yang salah satunya berasal dari Universitas Sulawesi Barat, didampingi tiga warga lokal menjelajahi gua tersebut.
Pecahan gerabah ditemukan sekitar 1 kilometer dari mulut gua, di titik terdalam yang bisa dijangkau manusia di Leang Pettang saat ini.
Penemuan ini menjadi sorotan karena merupakan penemuan gerabah pertama di dalam gua di Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, penemuan di gua-gua Sulawesi Selatan umumnya berupa lukisan prasejarah, kerangka manusia, dan sisa-sisa kerang.
Hingga saat ini, usia pecahan gerabah tersebut belum dapat dipastikan.
Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk mengetahui berapa lama usia artefak yang tersisa.
Mahasiswa KKN yang terlibat telah melaporkan penemuan ini kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkep melalui permintaan langsung via Instagram, menunjukkan keseriusan mereka dalam pelestarian warisan budaya.
“Kami juga bingung kenapa baru kali ini ditemukan gerabah padahal sudah puluhan tahun warga lokal termasuk saya sendiri memasuki gua ini, Namun baru kali ini ada pecahan seperti ini saya dapat,” ucap pak RT Mallenge.
KKN Kebangsaan XIII tahun ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, melibatkan 99 perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia dengan total 177 mahasiswa.
Universitas Hasanuddin bertindak sebagai tuan rumah program yang mengusung tema “Wisata Budaya Warisan Dunia sebagai Aksi Kebangsaan: Kampus Berdampak dan Mengabdi untuk Negeri” ini.
Kegiatan KKN berlangsung dari tanggal 1 hingga 30 Juli 2025, dengan peserta tersebar di dua kabupaten di Sulawesi Selatan, yaitu Maros dan Pangkep.
Penemuan ini diharapkan dapat membuka lembaran baru dalam penelitian arkeologi di Sulawesi Selatan dan memberikan wawasan lebih dalam mengenai sejarah peradaban di wilayah tersebut.
Editor: Nurul Inzana Filail

