
Jurnalis: Nurul Inzana Filail
Unsulbar News, Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar Dialog Civitas Akademika bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof Brian Yuliarto, S T, M Eng, Ph D, pada Senin (29/4/2025) yang merupakan rangkaian agenda Kunjungan Kerja Mendiktisaintek.
Dalam sesi tanya jawab bersama civitas akademika, muncul berbagai pertanyaan kritis dari dosen dan mahasiswa. Salah satu dosen mengangkat isu tunjangan kinerja (tukin) yang belum cair. Menanggapi hal itu, Prof Brian menyampaikan bahwa Tukin dijadwalkan akan dicairkan setelah lebaran haji, sekitar Juli 2025.
Isu kenaikan jabatan fungsional (jafung) juga dibahas, di mana pihak kementerian menegaskan bahwa seluruh proses kenaikan jafung tetap harus mengikuti regulasi pemerintah yang berlaku.
Sementara itu, dari pihak mahasiswa, sorotan tertuju pada kondisi fasilitas kampus yang dinilai kurang terawat. Meski pihak rektorat menyebut telah menugaskan tim pemeliharaan khusus, perwakilan mahasiswa menilai belum terlihat perbaikan signifikan.
Menanggapi hal tersebut, Prof Brian langsung meminta Rektor Unsulbar untuk menindaklanjuti dan memastikan perawatan fasilitas kampus segera dijalankan secara nyata. “Kata Pak Rektor sudah ada petugas yang bertanggung jawab. Jadi saya kira ini bukan masalah lagi, dan mungkin minggu depan plafon itu sudah selesai diperbaiki,” ujarnya.
Hal menarik lainnya muncul saat Mendiktisaintek menyinggung belum adanya Presiden Mahasiswa (Presma) atau Ketua BEM Unsulbar yang definitif hingga saat ini. Isu ini masih menjadi pembahasan internal dan akan dikaji lebih lanjut dalam forum tersendiri.
Acara ini berlangsung di Gedung Teater Unsulbar mulai pukul 13.30 hingga 16.30 WITA. Rangkaian kegiatan dimulai dengan penayangan video profil Unsulbar yang menampilkan potret kampus sebagai institusi berbasis kearifan lokal menuju kampus yang berdaya saing global.
Rektor Unsulbar, Prof Dr Muhammad Abdy, S Si, M Si, dalam sambutannya menyebut kunjungan Mendiktisaintek sebagai momen penting bagi akselerasi pembangunan kampus.
“Kunjungan Pak Menteri menjadi momentum strategis bagi kami untuk mempercepat akselerasi pembangunan kampus Unsulbar berbasis kearifan lokal. Harapannya, ini bisa membuat kampus Sulbar jadi kuat dan berdaya saing,” tegasnya.
Selanjutnya, Prof Brian Yuliarto memaparkan arah kebijakan kementerian terkait pengembangan kampus daerah. Ia menekankan pentingnya inovasi, kolaborasi, serta kesiapan institusi pendidikan tinggi di daerah dalam menghadapi tantangan global.

