Dosen Prodi Manajemen Beri Pelatihan Pembuatan Produk Bernilai Ekonomis

Gambar : proses pembuatan produk bernilai ekonomis

Jurnalis : Masdin

Unsulbar News, Majene. Dosen Program studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mengadakan pelatihan pembuatan produk bernilai ekonomis di Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Mamuju, Ahad (20/06/2021).

Dosen yang tengah melakukan pengabdian kepada masyarakat tersebut terdiri dari Erwin, SE MM sebagai ketua tim bersama anggotanya yaitu Haeruddin Hafid, SE MM, Dr Sumarsih, SE, MM, Sri Utami Permata, SE MM, Haerana, S Pd M Pd, Nurwahyuni Syahril, SE MM, Akbar Azis, SE MM dan Wulan Ayuandiani, SE MM.

Dalam kegiatan, tim dosen berkolaborasi dengan beberapa mahasiswa melakukan pelatihan pembuatan seni rangkai bunga. Kegiatan ini juga disertai dengan penyuluhan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM).

Dihubungi Unsulbar News, Wulan Ayuandiani, salah satu dosen yang ikut dalam tim pengabdian tersebut mengatakan kegiatan mereka disambut hangat oleh Kepala Desa Taan, Rahmat Kasim beserta masyarakat setempat.

Selain itu, pelatihan yang dilakukan menurutnya memiliki proses yang cukup mudah dan menggunakan bahan sederhana dan terjangkau. Bahan rangkaian bunga seperti stocking warna, kawat, isolasi berwarna hijau, pot plastik, benang dan batang plastik, sedangkan alatnya gunting dan pipa plastik sebagai pembuat pola bunga dan daun.

“Pembuatan rangkaian bunga ini prosesnya cukup mudah dan  mampu dipahami oleh kalangan masyarakat secara umum,” ujarnya via whatsapp (21/06).

Melalui kerajinan dengan modal financial yang cukup terjangkau, produk yang dihasilkan bisa dijual.

“Masyarakat dapat memanfaatkan benda-benda biasa menjadi hasil karya yang bernilai estetik dan hasil olahannya dapat menjadi sebuah produk yang bernilai jual,” terangnya lagi.

Sehingga dari pelatihan dan penyuluhan ini diharap secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta berkelanjutan.

“Semoga setelah kegiatan ini dapat berkelanjutan melalui pendirian UMKM dengan memperlihatkan hasil produk rangkaian bunga sebagai salah satu produk dari wujud pemberdayaan masyarakat di Desa Taan,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok