
Jurnalis : Hasriani
Editor : Masdin
Unsulbar News, Majene. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) gelombang XVII di Desa Duampanua adakan penyuluhan anti narkoba di kantor desa, Sabtu (26/6/21).
Menghadirkan pemateri dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Polewali Mandar (Polman). Agenda tersebut juga sebagai peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati tiap 26 Juni.
Koordinator acara, Salman Fauzi (Ilmu Hukum, 2018) mengungkapkan kerja sama dengan BNNK Polman tersebut sebagai upaya agar pemuda dan remaja dapat mengetahui akan bahaya narkoba sehingga tidak ada keinginan untuk mencoba.
Dihadiri oleh puluhan peserta yakni diantaranya siswa SMA dan mahasiswa. Sosialisasi ini dibuka oleh Sekertaris Desa, Ayyub.
Kemudian dilanjutkan pemaparan materi dari BNNK, Muhammad Ali Haider S Km, tentang bahaya narkoba dan jenis-jenisnya.
Dalam pemaparannya, Haider menyampaikan tidak ada jaminan bahwa jabatan ataupun titel seseorang itu tidak terjerat narkoba.
“Tidak ada jaminan, apapun profesi kita bisa terjerat narkoba,” ungkapnya.
Setelah memaparkan materi tersebut, Haider melanjutkan dengan memperlihatkan video tentang bagaimana keadaan seseorang jika kecanduan narkoba, efek dari narkoba, serta video animasi terkait perubahan seseorang dari waktu ke waktu ketika mengomsumsi narkoba.
Ditemui jurnalis Unsulbar News, Haider mewakili BNNK menegaskan bahwa narkoba itu sangat merusak dan menghancurkan masa depan.
“Terutama untuk anak muda itu bisa terhambat pendidikannya, terhambat pekerjaannya, pernikahannya dan menghancurkan masa depannya,” tegas penyuluh narkoba ahli pertama BNNK Polman itu.
Adapun Shofiana selaku ketua panitia berharap setelah sosialisasi, pemahaman yang peserta dapat mampu digunakan untuk mengedukasi pemuda lainnya.
“Setelah terlaksananya sosialisasi ini kaum muda yang hadir dapat mengedukakasi teman-temannya sesuai dengan materi yang didapatkan pada saat sosialisasi,” ujar mahasiswa ilmu hukum itu.
Selama sosialisasi berlangsung, peserta tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni menggunakan masker dan cuci tangan sebelum memasuki ruangan.
