Dosen Teknik Unsulbar Dampingi Kelompok Tani Desa Sumberjo Terapkan Smart Farming dan Pemasaran Digital

Foto bersama usai kegiatan bertema Smart Farming, salah satu dari dua program pengabdian dosen Fakultas Teknik Unsulbar. Foto: dokumentasi pribadi.

Jurnalis: Marselino Geradus

Unsulbar News, Majene – Tim dosen Fakultas Teknik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali laksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (10/9/2025).

Program ini menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dengan topik berfokus pada penerapan sistem rekomendasi tanaman berbasis kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi pemasaran hasil pertanian hidroponik.

Ketua tim pengabdian, Chairi Nur Insani, S Kom, MT, menjelaskan program ini bertujuan memperkenalkan teknologi digital kepada petani perempuan, agar mereka mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat peran perempuan dalam ekonomi desa.

“KWT Melati memiliki potensi besar dalam budidaya hidroponik dan hortikultura. Tantangannya ada pada pemasaran yang masih konvensional dan keterbatasan literasi digital. Karena itu, kami hadir untuk mendampingi,” ujar dosen sapaan Bu Iin tersebut kepada Unsulbar News.

Sebanyak 17 anggota KWT Melati mengikuti pelatihan partisipatif yang dibagi dalam lima tahapan: identifikasi masalah, penyuluhan/sosialisasi, demonstrasi aplikasi, pendampingan, dan evaluasi. Mereka dilatih untuk menggunakan sensor sederhana, seperti pengukur kelembaban tanah dan pH, serta diajarkan memanfaatkan data cuaca untuk menentukan bibit dan pola tanam.

Selain itu, para anggota kelompok tani tersebut juga diajarkan strategi pemasaran berbasis digital, pemanfaatan marketplace lokal, branding sederhana, hingga promosi lewat media sosial.

Baca Juga: Dosen Unsulbar Gelar Pengabdian AI Bagi Guru SMA Kabupaten Majene

Program ini mendapat sambutan positif dari anggota KWT. Selama ini mereka masih mengandalkan sistem tradisional baik dalam budidaya maupun pemasaran, sehingga hasil panen sering terkendala dalam distribusi.

Melalui pendampingan ini, KWT Melati diharapkan dapat bertransformasi menjadi kelompok tani adaptif yang memanfaatkan teknologi modern demi peningkatan hasil produksi, yang nantinya dapat berimbas pada pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat.

Adapun tim pengabdian yang terlibat terdiri dari Chairi Nur Insani, S Kom, MT, Nurani Natsir, S Si, MSi, Andi Amirul Asnan Cirua, ST, M Kom, Nourman S Irjanto, MTI, Tommy Nugraha Manoppo, S Kom, M Kom, Mawardi Kudin, S Pd, M Kom, dan Diny Anggriani, MT. Tak lupa juga mereka menggaet beberapa mahasiswa Fakultas Teknik untuk membantu dalam pelaksanaan program.

Ke depannya, tim merencanakan tindak lanjut berupa pelatihan pengemasan produk, diversifikasi hasil pertanian, serta penguatan literasi teknologi agar KWT Melati mandiri dalam mengelola pertanian berbasis digital.

Marsel

Gen-Z yang suka belajar hal-hal baru

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok