
Kontributor : Abdul Gaffar Zain
Unsulbar News, Polewali Mandar. Swasembada pangan saat ini menjadi fokus pemerintah Indonesia demi mewujudkan Indonesia berdaulat pangan khususnya padi dan jagung. Hal tersebut adalah salah satu upaya pemerintah dalam merespon krisis pangan global akibat perubahan iklim dan ketidakpastian global. Oleh karena itu, sebagai upaya menyikapi persoalan dan kondisi tersebut, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melalui Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) saat ini sedang menjalankan program percepatan produksi jagung di Sulawesi Barat khususnya di wilayah Kabupaten Polewali Mandar.
Melalui Badan Standardisasi dan Instrumen Pertanian (BSIP) kementerian Pertanian RI, Fapertahut Unsulbar melaksanakan program peningkatan produksi jagung melalui Indeks Penanaman (IP400) Tahun 2024 di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Provinsi Sulawesi Barat.
Berlokasi di Desa Amola kecamatan Binuang, Fapertahut Unsulbar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dalam program percepatan produksi jagung IP400 Unsulbar Tahun 2024, Rabu (12/6/24).
kegiatan tersebut adalah rangkaian dan tahapan program percepatan produksi jagung yang sebelumnya juga telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Polman dan Stakeholder sebagai mitra program ini.
Bimtek ini diselenggarakan dengan menghadirkan kelompok tani aktif, unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat. selain itu kegiatan Bimtek juga dihadiri Penjabat (Pj.) Bupati Polman, rektor Unsulbar, kepala Satpol PP Polman, camat Binuang, dan kepala Desa Amola.
Ketua tim percepatan peningkatan produksi jagung Unsulbar , Prof Dr Ir Kaimuddin M Si dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan kali kedua dimana kegiatan sebelumnya adalah FGD dengan unsur pemerintah Polman, Stakeholder , perbankan dan dinas dinas terkait dalam program percepatan produksi jagung.
Selain itu, kegiatan ini merupakan program kerjasama oleh Unsulbar , Pemkab Polman dan Kementerian Pertanian RI bertujuan untuk menstimuli dan melakukan akselerasi peningkatan produksi jagung di Sulawesi Barat khususnya di wilayah Kabupaten Polman melalui IP400. Dalam kesempatan itu pula,Prof Kaimuddin juga dekan Fapertahut Unsulbar itu menyampaikan terima kasih kepada Pj. bupati Polman telah memberi dukungan program ini.
“Melalui kesempatan ini, kami ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada bapak Pj, bupati Polman atas dukungan yang begitu baik terhadap program ini” tutur Prof. Kaimuddin.
Rektor Unsulbar Prof Muhammad Abdy, M Si PhD saat memberi sambutan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bimtek percepatan peningkatan produksi jagung di desa Amola. Menurutnya kegiatan ini merupakan implementasi dari MoU antara Unsulbar dengan Pemkab. Polman dan Kementerian Pertanian RI.
“ini adalah salah satu program kementerian Pertanian yang diinisiasi bersama tim kerja Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah” jelasnya.
Lanjut, rektor Abdy berharap bahwa kegiatan kemitraan Unsulbar tidak hanya sampai pada kegiatan ini. Beliau juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pj. Bupati Polman yang telah hadir dan mendukung sepenuhnya program percepatan peningkatan produksi jagung IP400 yang ditempatkan di Desa Amola kacamatan Binuang.
“sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada bapak bupati telah hadir dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Fapertahut Unsulbar”. Jelas rektor
Pj. Bupati Polman Drs Muhammad Ilham Borahima dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim Unsulbar atas dilaksanakannya kegiatan ini tentunya bekerjasama dengan pemerintah.
“Sebagai PTN pertama dan terbesar di Sulawesi Barat, Unsulbar melalui program penelitian dan pengabdian pada masyarakat, kegiatan inovasi seperti ini sangat dibutuhkan dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tani di Polewali Mandar” ungkap Pj bupati.
Selain itu, Pj bupati Polman berharap peserta bimtek dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. “saya berharap bapak / ibu anggota kelompok agar serius mengikuti Bimtek ini”. tandasnya.
Di akhir acara, Pj. bupati Polman bersama rektor Unsulbar menyerahkan secara simbolis bantuan bibit jagung kepada kelompok tani di desa Amola, sekaligus membuka Bimtek percepatan peningkatan produksi jagung IP400 Unsulbar bekerjasama dengan Pemkab. Polman dan BSIP Kementerian Pertanian RI.
Sesi Pemaparan Materi Bimtek
Pada sesi Bimtek dilanjutkan dengan narasumber Prof Dr Ir Kaimuddin,M Si Dekan Fapertahut Unsulbar didampingi oleh Staf Khusus Bupati Polewali Mandar bidang pertanian Bapak Ir Abduh dengan wakil Dekan I Fapertahut Unsulbar Muhammad Arafat Abdullah,S Si M Si selaku moderator.

Materi bimtek oleh Prof Kaimuddin, memaparkan pentingnya program IP 400 dalam percepatan peningkatan produksi jagung. disamping itu, program IP400 menurut guru besar pertanian Unhas itu, hanya dapat diwujudkan apabila perlakuan tanaman jagung memperhatikan penerapan teknologi budidaya dan pemilihan bibit unggul bersertifikasi.
Selain itu, menurut Prof Kaimuddin poin terpenting dari program IP400 tersebut adalah bagaimana petani jagung dapat menekan biaya operasional tanam namun nilai produksi jagung dapat ditingkatkan. Di akhir sesi tanya jawab, kepala desa Amola mengharapkan agar kelompok tani dapat melakukan pendataan calon petani dan calon lahan (CPCL) untuk penanaman jagung pada kelompok di setiap dusun agar program IP 400 berjalan dengan baik dan maksimal.
Selaras dengan materi Bimtek, staf ahli bupati Polman bidang pertanian Ir Abduh menekankan pentingnya perubahan pola fikir atau paradigma petani dalam penerapan teknologi budidaya tanaman jagung. menurutnya selama ini, sebagian besar petani masih menggunakan pola atau cara tanam tradisional atau kebiasan kebiasan lama yang dinilai kurang efektif dan belum maksimal. oleh karenanya, penerapan teknologi sangat penting agar program IP400 percepatan produksi jagung dapat terwujud.
Pantauan kontributor Unsulbar News, tim kerja program ini adalah unsur pimpinan fapertahut Unsulbar terdiri dari dekan, wakil dekan I Muhammad Arafat Abdullah S Si M Si, wakil dekan II Nurlaela SP M Si, dan beberapa dosen pertanian lingkup fapertahut Unsulbar.

