
Jurnalis: Pindiaman Hulu
Unsulbar News, Majene – Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) selenggarakan seminar internasional yang dihadiri oleh hampir 50 peserta, yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.
Berdasarkan keterangan yang diterima redaksi Unsulbar News, kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2025, bertempat di ruang Laboratorium HI Unsulbar, Lantai 3 Laboratorium terpadu Unsulbar.
Seminar internasional tersebut mengusung tema “Asia Pasific at the Crossroads: Navigating Tensions, Tubulance and The Tussle, Projecting Foreign Policy Outlook 2026” dan dilaksanakan secara hybrid, dengan para narasumber terhubung secara daring.
Seminar ini menghadirkan narasumber sekaligus akademisi dari berbagai negara, yakni Prof. Li-Chiang Yuan dari National Chengchi University, Taiwan, serta Stanislav Mladenov dari Kazan University, Russian Federation. Adapun moderatornya adalah Tinggi Marojahan Sinaga, M Sc, merupakan dosen prodi HI Unsulbar
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Hukum (FISIPKUM) yang diwakili oleh Wakil Dekan II, Asma Amin, M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Mewakili Dekan FISIPKUM kami sangat berterimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah berjeri lelah menyukseskan acara kita pada hari ini, walaupun secara sederhana dengan dana yang kurang, semuanya bisa terlaksana dengan baik” sambutnya.
Selanjutnya, kegiatan inti diisi dengan pemaparan materi oleh para narasumber yang membahas pergeseran geopolitik ke kawasan Asia Pasifik, meningkatnya ketegangan regional, serta proyeksi arah kebijakan luar negeri negara-negara kawasan menuju tahun 2026.
Seminar berlangsung interaktif, terutama pada sesi diskusi. Sejumlah dosen dan mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan sehingga suasana forum menjadi dinamis.
“Kegiatannya sangat menarik,” ungkap Qeiz, mahasiswa Prodi HI Unsulbar.
Kegiatan sempat mengalami kendala teknis berupa pemadaman listrik yang mengganggu jaringan dan menyebabkan penundaan sementara. Namun, permasalahan tersebut dapat segera diatasi.
“Walaupun acaranya belum sesuai dengan yang kami rencanakan dari tim panitia, yaitu kendala teknis, tadi sempat mati lampu. Tapi alhamdulilah tidak lama kemudian hidup lagi lampu dan masalah tersebut teratasi,” ujar Saomi Rizkiyanto, M.Sc.
Selaku ketua panitia kegiatan, ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa serta membuka peluang kerja sama ke depan.

