
Penulis :Putri Aulia Salsabila
Unsulbar News, Majene – Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman baik dari segi bahasa, adat, budaya, kekayaan alam dan masih banyak lagi.
Indonesia juga merupakan negara yang terdiri atas beberapa pulau dan daerah. Tiap daerah di Indonesia, memiliki keberagaman bahasa masing-masing. Berdasarkan data pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), jumlah bahasa daerah di Indonesia adalah 718.
Di sisi lain, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyatukan bangsa. Tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah mana yang lebih vital, bahasa Indonesia atau bahasa daerah?
Peran bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa, merupakan bahasa yang bersifat resmi di Negara Republik Indonesia. Bahasa Indonesia digunakan sebagai alat komunikasi antar warga negara yang beragam suku, budaya, dan bahasa daerah. Bahasa ini memiliki peran yang sangat penting dalam mempersatukan bangsa Indonesia.
Ada beberapa fungsi bahasa Indonesia yaitu, bahasa Indonesia berperan sebagai alat komunikasi antar warga negara yang berbeda suku, budaya, dan bahasa daerah, bahasa Indonesia menjadi perekat bangsa dan memperkuat rasa nasionalisme, bahasa Indonesia digunakan dalam pemerintahan, pendidikan, hukum, dan media massa.
Peran bahasa daerah sebagai identitas lokal
Bahasa daerah adalah bahasa yang digunakan secara turun-temurun oleh suatu kelompok masyarakat di wilayah tertentu di Indonesia. Bahasa ini menjadi identitas dan ciri khas suatu daerah, serta berfungsi sebagai alat komunikasi utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Adapun ciri-ciri dari bahasa daerah adalah yang pertama, khas suatu daerah pada setiap daerah di Indonesia memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda, dengan kosakata dan tata bahasa yang unik.
Kedua diturunkan secara turun-temurun, bahasa daerah diwariskan dari generasi ke generasi melalui interaksi sosial dalam keluarga dan masyarakat.
Selanjutnya ketiga, sebagai alat komunikasi utama, bahasa daerah digunakan untuk berkomunikasi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti keluarga, masyarakat, dan kegiatan adat istiadat.
Dan terakhir, membawa nilai-nilai budaya, bahasa daerah mencerminkan nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal suatu masyarakat.
Lalu apa fungsi dari bahasa daerah?
Bahasa daerah difungsikan sebagai identitas budaya, bahasa daerah memperkuat ikatan sosial antar anggota masyarakat. Bahasa daerah menjadi wadah untuk menyimpan dan melestarikan pengetahuan tradisional, cerita rakyat, dan kearifan lokal. Bahasa daerah digunakan untuk mengekspresikan perasaan, pikiran, dan pengalaman hidup.
Lalu .ana yang lebih penting bahasa Indonesia atau bahasa daerah? Pertanyaan mengenai mana yang lebih penting, bahasa Indonesia atau bahasa daerah, sebenarnya adalah pertanyaan yang kurang tepat. Sebab, keduanya memiliki peran yang sangat krusial dan saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, memiliki peran yang sangat vital dalam menyatukan keberagaman suku, budaya, dan bahasa yang ada di Indonesia. Bahasa ini menjadi alat komunikasi yang efektif antar warga negara, memudahkan interaksi dan kerja sama dalam berbagai bidang kehidupan.
Di samping itu, bahasa daerah merupakan cerminan identitas budaya suatu kelompok masyarakat. Bahasa daerah membawa nilai-nilai, adat istiadat, dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Bahasa daerah juga berperan sebagai perekat sosial dalam komunitas dan menjadi penjaga warisan budaya. Singkatnya, baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah sama-sama penting. Bahasa Indonesia berperan sebagai perekat nasional, sementara bahasa daerah berperan sebagai perekat komunitas dan penjaga kekayaan budaya.
Alih-alih mempertentangkan keduanya, sebaiknya kita melihat bagaimana keduanya dapat saling melengkapi. Bahasa Indonesia dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang berbeda bahasa daerah untuk berkomunikasi, sementara bahasa daerah dapat memperkaya khazanah budaya bangsa.
Bahasa Indonesia memfasilitasi komunikasi antar warga negara dan pengembangan intelektual, sedangkan bahasa daerah memperkuat identitas budaya dan koneksi dengan komunitas.
Untuk memaksimalkan manfaat kedua bahasa ini, mahasiswa dapat melakukan hal-hal berikut:
- Aktif menggunakan kedua bahasa, Baik dalam perkuliahan, kegiatan organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.
- Mempelajari bahasa daerah seperti mengikuti kursus bahasa daerah atau belajar secara mandiri.
- Mengikuti kegiatan budaya, Ikut serta dalam kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya, seperti pertunjukan seni, festival budaya, atau lomba bahasa daerah.
- Mengajarkan bahasa daerah kepada teman-teman atau adik-adik.
- Membuat konten kreatif dalam bahasa daerah untuk dibagikan di media sosial.
Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam pelestarian bahasa daerah dan sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

