Mahasiswa Keluhkan Layanan Siakad, Ini Tanggapan Kasubag Pendidikan dan Evaluasi Unsulbar

Gambar: Suasana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada Kamis (29/08/2019), nampak beberapa mahasiswa berdatangan mencari kejelasan Siakad

Jurnalis: Masdin

Unsulbar News, Majene. Layanan Sistem Informasi Akademik (Siakad) Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) mendapat berbagai keluhan dari mahasiswa terkait pengisian Kartu Rancangan Studi (KRS) semester ganjil 2019/2020.

Gita Nirwana misalnya, mahasiswa baru ini mengaku hingga hari Kamis (29/08/2019) sore belum bisa login ke akun miliknya dan merasa khawatir akan hal tersebut mengingat jadwal terakhir pengisian KRS jatuh pada tanggal 30 Agustus esok. “Belum bisa login sampai sekarang,” ungkapnya saat dihubungi via whatsapp (29/08)

Berbeda dengan Gita, Hendi Purnomo (Hukum 2018) bersama temannya Enri Saputra (Hukum 2018) saat di temui di gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengaku sudah bisa login ke akun masing-masing namun terkendala saat ingin membuat KRS baru.

“Saat pengen buat KRS baru, status UKT (Uang Kuliah Tunggal) belum ditentukan oleh keuangan,” tutur Hendi sembari sesekali menatap layar handpone yang digenggam.

“Saya rasa semuanya hampir menyeluruh (mahasiswa hukum) merasakan kendala yang sama,” sahut Enri yang duduk di sebelah Hendi.

Mereka mempertanyakan perihal status tersebut, mengingat ia adalah mahasiswa penerima bidikmisi yang tidak perlu lagi membayar UKT dia awal semester. Selain meraka, keluhan lain juga dirasakan oleh Abd Rauf (HI 2017), meski sudah bisa login dan memilih Mata kuliah (Matkul) semester 5, namun setelah di validasi oleh Penasehat Akademik (PA), beberapa Matkul yang telah diprogram sebelumnya mengalami perubahan.

“Berbeda antara yang dipilih saat login dengan setelah divalidasi oleh PA dan di print out, ternyata ada mata kuliah yang berubah secara otomatis,” ujarnya kepada Unsulbar News

Menanggapi hal tersebut, Mardiana S kom selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pendidikan dan Evaluasi Unsulbar menjekaskan bahwa kendala yang ada disebabkan beberapa hal diluar dari kendali, salah satunya data mahasiswa yang bermasalah.

“Kendala utama kami sebenarnya adalah data mahasiswa dari fider banyak sekali yang tidak sesuai. Misalnya perbedaan NIM (Nomor Induk Mahasiswa), nama yang salah, lebih-lebih kurikulumnya yang berubah,” jelasnya saat ditemui langsung di gedung Rektorat Unsulbar.

Lebih jelas, terkait permasalahan login terkhusus bagi mahasiswa baru itu karena sebagian masih dalam tahap perampungan penginputan data. Hal ini dikarenakan saat proses penerimaan terdiri dari beberapa gelombang pendaftar. “Selalu ada mahasiswa baru tambahan,” tegasnya.

Adapun kendala masalah UKT dan perubahan Matkul karena pihak fakultas belum menginput masuk ke aplikasi terkait status pembayaran dan pembaharuan kode Mata kuliah.

“Mahasiswa yang sudah mengumpul slip pembayaran atau belum mengalami perubahan status untuk melapor ke fakultas atau rektorat dan yang terkait perubahan mata kuliah itu disebabkan karena adanya kode Matkul yang sama akibat dari perubahan kurikulum seperti program studi hubungan internasional,” terangnya.

Adapun yang dilakukan oleh tim terkait keluhan tersebut diupayakan hari ini (Kamis) sudah dirampungkan secera menyeluruh, mengingat besok merupakan hari terakhir.

“Semoga besok (30/08) semuanya sudah tercover dengan baik,” harapnya.

Meski merupakan debut perdana Siakad Unsulbar diterapkan, beberapa fakultas tidak mengalami kendala berarti, seperti di Fakultas Peternakan dan Perikananan serta Fakultas Kesehatan (Fikes), menurut Kasubag tidak lain karena keaktifan fakultas dan jumlah mahasiswa yang terbilang tidak terlalu banyak dibandingkan fakultas Teknik, Ekonomi, FKIP dan FISIP.

Seperti yang diungkap salah satu mahasiswa Fikes (Keperawatan 2018) Agis Mubarok saat pengisian KRS. “Tidak ada kendala, Alhamdulillah,” syukurnya.

Berdasarkan data langsung dari Kasubag Pendidikan dan Evaluasi Unsulbar, hingga hari Kamis pukul 15.00 Wita. Sudah ada sekitar 2035 KRS yang disetujui PA, 1419 dalam proses menunggu validasi, dan masih ada 1000 lebih mahasiswa yang belum mengisi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok