
Jurnalis: Jurlian
Unsulbar News, Majene — Mahasiswa Profesi Ners Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali melaksanakan program praktik klinik keperawatan pada stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga (PKK), dengan menggelar penyuluhan kesehatan di Posyandu Dusun Konja, Desa Pamboborang, Rabu (21/05/2025). Minggu (01/06/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Remaja sebagai Upaya Pencegahan Stunting, dirangkaikan dengan Pemeriksaan Hemoglobin (Hb) dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara kolaboratif bersama Bidan Desa Pamboborang.”
Penyuluhan dilatarbelakangi hasil observasi lapangan mahasiswa Ners pada minggu kedua praktik, yang menemukan bahwa tingkat pengetahuan remaja mengenai deteksi dini kanker payudara masih rendah.
Selain itu, sebagian besar belum menjalani pola makan yang menunjang kebutuhan zat besi untuk mencegah anemia dan stunting.
Meski sempat diguyur hujan, kegiatan edukasi berlangsung lancar dan diikuti antusias oleh para remaja.
Mereka aktif berdiskusi dan menyimak materi yang disampaikan mahasiswa dengan serius.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin oleh bidan desa, Anita, serta pemberian tablet tambah darah bagi peserta dengan Hb rendah.
Dari sembilan remaja yang diperiksa, hanya dua orang yang memiliki kadar Hb dalam kategori normal. Sisanya langsung diberikan TTD sebagai bentuk intervensi awal.
Baca Juga: Mahasiswa Ners Unsulbar Kenalkan Terapi Fleksi Wiliam untuk Atasi Low Back Pain di Desa Pamboborang
Salah satu mahasiswa Ners peserta praktik menyampaikan harapannya terhadap dampak kegiatan ini.
“Kami berharap remaja di Dusun Konja dapat menerapkan SADARI secara mandiri dan rutin. Selain itu, mereka juga dapat lebih sadar pentingnya pemenuhan nutrisi dan rutin mengonsumsi tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan stunting,” ucapnya.
Bidan desa, Anita, turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam kegiatan ini.
“Alhamdulillah, program ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan remaja terkait kesehatan. Posyandu Remaja di Konja beberapa bulan terakhir memang kurang aktif, sehingga monitoring kesehatan remaja juga minim,” ujarnya.
Ia juga mengaku tak menyangka bahwa sebagian besar peserta memiliki kadar Hb rendah.
“Ini menjadi masukan penting bagi kami untuk lebih aktif menyosialisasikan pentingnya nutrisi dan kontrol kesehatan remaja ke depan,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan diri sejak dini, khususnya terkait upaya pencegahan kanker payudara dan stunting di masa mendatang.
Editor: Nurul Inzana Filail

