
Jurnalis: Nurul Inzana Filail
Unsulbar News, Majene – Workshop kembali diadakan oleh mahasiswa Program studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Workshop ini merupakan tugas proyek akhir mahasiswa angkatan 2021 dimana puncaknya pada, Kamis (1/6/2023).
Pada workshop ini berkaitan dengan perencanaan perdesaan, dengan mengusung tema, “Merencanakan Desa yang Mandiri dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal Kreatif”.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa menampilkan display maket desa perencanaan masing-masing kelompok di setiap stand yang berada di gedung A Unsulbar.
Terdapat 8 desa perencanaan yang ditampilkan dalam display workshop ini, yakni Desa Pamboborang, Desa Bonde, Desa Betteng, Desa Palipi Soreang, Desa Sepa Batu, Desa Bala, Desa Bonde Utara dan Desa Laliko.
Di mana masing-masing desa yang memiliki potensi-potensi yang beragam. Salah satunya di Desa Laliko yang berada di Kabupaten Polewali Mandar dengan potensi kawasan mangrove dan budaya lokal masyarakat, perencanaan desa ini mengangkat konsep Perencanaan Ecotourism Berbasis Local Wisdom.
Selain Desa Laliko, ada juga Desa Pamboborang yang berada di Kabupaten Majene dengan potensi wisata Bukit Soe dan Buttu Balinoe. Tak hanya itu, ada juga perkebunan bawang merah yang dapat memanjakan mata yang digarap oleh petani-petani yang ada di Desa Pamboborang. Perencanaan di desa ini mengangkat konsep perencanaan berupa Perencanaan Agrowisata Desa Pamboborang berbasis GIS dengan Pendekatan CBT.
Selanjutnya ada Desa Bonde dengan potensi perikanan dan wisata kuliner serta kerajinan, di mana perencanaan pada desa ini mengangkat konsep perencanaan Minapolitan dan ICZM. Serta, ada Desa Bala dengan potensi pariwisata pantai bahari dan penghasil kain tenun mandar, dimana menggunakan konsep perencanaan desa wisata berbasis Smart Green Tourism.
Dalam workshop ini didampingi para Dosen Pengampu, yakni Windy Septi Sintia, S T M T, Nur Adyla, S T M M, Ir Rafid Mahful, S T M Eng, Virda Eviyanti Deril, S T M T, Anggit Priadmodjo, M Sc, dan Astinawaty, ST MT.
Secara khusus, salah satu dosen pengampuh Windy Septia menuturkan, dalam perancangan ini para mahasiswa melalui berbagai tahapan.
“Berdasarkan hasil kerja sama pemerintah derah juga pemerintah desa, kemudian melalului beberapa tahapan seperti FGD, survei hingga perencanaan,” ungkapnya dalam pembukaan (1/6).
Dikesempatan yang sama, Koordintor prodi PWK Unsulbar, Ade Mulawarman, ST MT mengapresiasi semua pihak atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Adapun kata Ade, lewat workshop ini mahasiswa PWK lebih terbiasa terjun ke lapangan guna menghasilkan data akurat dan gambaran dunia kerja.
“Tujuan workshop studio ini untuk memperkenalkan mahasiswa tentang terjun dalam dunia kerja. Sehingga kita harap tidak banyak nantinya yang kerja keluar dari warna keilmuannya,” ungkapnya saat sambutan.

