
Jurnalis: Marselino Geradus
Unsulbar News, Majene – Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB), Kamis (27/7/23).
Kegiatan tersebut mengangkat tema: Program Farming for the Future: “Agroeduwisata-Based Community Assistance as a Model for Sustainable Agriculture”. Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ditetapkan sebagai desa binaan dalam program ini.
Adapun agenda kegiatannya yaitu pelatihan budidaya hidroponik untuk kelompok karang taruna, kelompok tani, dan kelompok dasawisma PKK Desa Batulaya. Kegiatan ini berlangsung di Green House Fapertahut Unsulbar.
Ketua tim pelaksana, Ariandi S Pd M Si dalam pembukaan kegiatan mengatakan, program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Batulaya dalam membudidayakan sayuran dengan teknik hidroponik sistem NFT ( Nutrient Film Technique ), sistem wick/sumbu, dan sistem rakit apung.
Salah satu pemateri, Suyono SP M Si, menuturkan lebih lanjut bahwa dalam kegiatan ini warga Desa Batulaya diberikan pengetahuan dasar teknik budidaya secara hidroponik, pengetahuan berbagai macam sistem hidroponik, pengetahuan dasar tentang nutrisi hidroponik, dan analisa usaha budidaya sayuran hidroponik, yang mana semuanya itu merupakan modal penting mereka untuk mengembangkannya.
“Pada akhirnya, pelatihan hidroponik ini dapat dipraktekkan dalam skala rumah tangga,” sambungnya.
Praktek hidroponik ini secara sederhana menggunakan botol plastik bekas. Warga diajar cara merakit botol plastik sebagai media tanam, lalu mengisinya dengan sumbu dan kain flannel yang dapat mengalirkan air.
“Dengan memanfaatkan sampah botol plastik sebagai media tanam, usaha ini dapat membantu meminimalisir jumlah sampah plastik di lingkungan sekitar,” ucap salah satu peserta dengan penuh harap.
Selanjutnya setelah berhasil merakit media hidroponik, peserta diajarkan untuk membuat takaran air dan pupuk nutrisi AB Mix sesuai petunjuk, dan praktek memasukkan bibit yang telah ditumbuhkan pada rockwool.
Kepala Desa Batulaya, Muhammad Sukriadi Azis yang turut menyaksikan berjalannya program ini mengatakan, pemerintah desa telah menyediakan lahan seluas 10×20 meter, sebagai lokasi pembangunan green house.
Adapun anggaran pembuatan bangunannya diperoleh dari hibah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang disponsori oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun Anggaran 2023.

