
Jurnalis: Marselino Geradus
Unsulbar News, Majene – Musyawarah Nasional (Munas) I Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) sukses diselenggarakan, Jumat-Minggu (2-4/5/2025).
Bertempat di Ballroom Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, kegiatan ini diadakan dengan mengambil momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional. Ini menjadi penanda penting konsolidasi nasional para dosen ASN yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat peran dan kontribusi mereka dalam pembangunan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional.
Membongkar paradigma elitis dan eksklusif, ADAKSI mendaulatkan diri sebagai organisasi perjuangan para dosen “akar rumput” yang berarti mereka berperan sebagai penggerak perubahan dari bawah dalam ekosistem pendidikan tinggi.
ADAKSI sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Dalam Munas perdana ini, berdasarkan notulensi siaran pers pada 4 Mei lalu yang dibagikan panitia, ADAKSI menegaskan diri sebagai mitra strategis pemerintah di bidang pendidikan tinggi, riset, sains, dan pengembangan teknologi.
Adapun tiga komitmen utama ADAKSI yaitu mendukung perumusan kebijakan nasional yang berpihak pada dosen ASN, mendorong terciptanya iklim akademik yang kondusif bagi inovasi dosen dan mahasiswa, serta memperjuangkan sistem penghargaan dan tunjangan yang adil dan setara di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.
Lewat kegiatan ini, ADAKSI kemudian merekomendasikan 20 poin penting kepada pemerintah, khususnya Kemendiktisaintek dan kementerian/lembaga terkait, salah satunya mendesak Kemendiktisaintek untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian PANRB, dan Kementerian PPN/Bappenas untuk menuntaskan utang/kewajiban/liabilitas Tunjangan Kinerja Dosen ASN Tahun 2020-2024, sebagaimana dimaksudkan dalam Perpres 136 Tahun 2018 dan Permendikbud Nomor 49 Tahun 2020.
Ketua Umum ADAKSI (2025-2028) Terpilih secara Aklamasi
Melalui Sidang Pleno Munas I ADAKSI, Dr Fatimah yang merupakan salah satu inisiator gerakan tukin dosen sekaligus Dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) kemudian terpilih sebagai Ketua Umum ADAKSI Periode 2025-2028.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum, Fatimah menekankan pentingnya kesejahteraan dosen untuk menjaga integritas dan kualitas pendidikan.
“Dosen harus menjadi baik, tapi kalau ada kesulitan ekonomi bisa saja khilaf. Untuk itu, dosen harus sejahtera,” tuturnya dikutip dari timesindonesia.co.id.
Baca Juga: Munas Pertama ADAKSI, Unsulbar Utus 5 Delegasi ke Jakarta
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Yusran, S Pd, M Ak selaku anggota Pengurus Koordinator Nasional (Kornas) ADAKSI menuturkan harapan besarnya terhadap kesuksesan organisasi tersebut.
“Semoga dengan Munas I dan terpilihnya Ketua Umum, akan semakin menguatkan ADAKSI dalam komitmen memperjuangkan hak hak dosen ASN Kemdiktisaintek menjadi lebih sejahtera dan berkeadilan,” tulisnya kepada Unsulbar News via Whatsapp (5/5).
Tak lupa juga Yusran turut mengajak para dosen ASN yang lain untuk bergabung dalam ADAKSI agar dapat bersama-sama bergandeng tangan menyuarakan aspirasinya serta senantiasa memperjuangkan keadilan.
“Tukin yang tidak lama lagi cair, semoga dapat meningkatkan kesejahteraan dosen secara nyata dan signifikan sehingga dosen dapat terus meningkatkan kualitas profesional dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi,” sambungnya.
Delegasi Unsulbar
Seperti yang diberitakan Unsulbar News sebelumnya, dosen sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) itu menuturkan, Unsulbar turut mengutus lima orang delegasi untuk hadir dalam kegiatan.
Mereka adalah Dr Jamil Barambangi (penggagas awal tim kecil pembentukan ADAKSI), Dr Kartika, Jumardi, M Si, Ikawati, M Si, dan Andi Ismira, MA.
Serta dua orang dari unsur tim formatur Koordinator Nasional (Kornas) ADAKSI yaitu Agusriandi, S Kom, M Kom dan Muhammad Yusran itu sendiri.

