[Opini] Mengapa Harus Insecure?

Muhammad Rifaldi B/Foto: Dokumentasi Pribadi

Penulis: Muhammad Rifaldi B

Unsulbar News, Majene – Hidup yang baik adalah hidup yang senantiasa mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan. Tidak banyak dari manusia di dunia sering kali merasa hidup tidak berguna, hidup begini-begini saja, seakan Tuhan itu tidak adil dan tidak memberikan kesetaraan hidup.

Hiduplah versi dirimu sendiri karena yang tahu dirimu adalah kamu sendiri, orang lain hanyalah sebagai penonton bukan pemain dalam setiap cerita yang dibuat setiap harinya.

Berbicara soal kehidupan dalam sosial, sebagian dari kita mungkin sudah sering dengar kata “insecure”. Kata ini bisa dimaknai sebuah kondisi dimana seseorag memiliki perasaan tak percaya diri atau ketidakpastian dalam diri sendiri.

Mungkin saja di antara pembaca saat ini ada yang tengah berada pada kondisi yang dinamakan “insecure” itu? Atau pertanyaan lain, mengapa harus insecure? Tentu jawabannya saya serahkan ke diri pribadi masing-masing.

Namun dalam artikel ini, penulis ingin berbagi pandagan untuk mengatasi rasa insecure. Pertama, sadari bahwasanya penolakan adalah hal yang lumrah untuk kita lakukan, jangan jadi orang yang tidak enakan cuman karena untuk kepentingan orang lain.

Kedua, hidup ini tidak tentang individu, sebagai makhluk sosial yang hidup berkelompok harus percaya dengan kemampuan yang kita punya. Tidak perlu bawa pusing apa yang orang lain katakan, karena itulah proses.

Selanjutnya, belajarlah menerima dan mencintai diri sendiri karena diri sendiri lah yang tahu mau kemana dan apa yang menjadi tujuan hidup. Tetap fokus saja dulu dengan usahanya, persoalan hasil biarlah alam yang menentukan.

Terpenting adalah selalu tanamkan dalam diri mulai saja terlebih dahulu jangan menunggu waktu yang tepat untuk memulai.

Terakhir, hidup itu bukan selalu tentang orang-orang di sekitar kita, tidak selalu tentang kehidupan orang lain, kita harus paham dan tahu siapa diri ini sebenarnya mau kemana hidup ini dibawah, stop negatif thinking.

Jadi kesimpulannya adalah hiduplah hari ini seakan besok engkau akan mati, jangan selalu memikirkan yang belum tentu orang lain fikirkan. Hidup tidak melulu tentang orang lain terkadang diri sendiri juga butuh diapresiasi meski merayakan hal yang kecil adalah salah satu bentuk apresiasi untuk diri sendiri. So live for yourself about others let them.

Penulis merupakan mahasiswa Hubungan Internasional, Angkatan 2023

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok