
Penulis: Riska
Unsulbar News, Majene – Pemilihan Duta Kampus 2024 Unsulbar memunculkan suara-suara penonton akan ketidaksempurnaan pilihan juri. Sebagian penonton menyoroti dugaan kekeliruan duta terpilih kategori putri saat tanya jawab dari juri.
Salah satunya penonton Dian Furqani Ternrilawa mengatakan muncul kebingungan terhadap penilaian dewan juri, pasalnya salah satu peserta terpilih duta tidak bisa menjawab pertanyaan saat sesi tanya jawab.
“Ada kebingungan dari kami penonton, penilaian apa yang membuat seorang yang tak bisa menjawab nama wakil dekan 2 dapat mengalahkan finalis lain yang dapat menjawab secara sempurna terkait pertanyaan pilpres,” ucap dosen Ilmu Hukum Unsulbar tersebut.
Berita Terkait: Mahasiswa FISIP dan Fikes Juara Pemilihan Duta Kampus Unsulbar 2024
Lebih lanjut, ia juga katakan harusnya akumulasi penilaian dari dewan juri diperhatikan dari beberapa segmen, salah satunya dari talenta peserta duta yaitu kemampuan berbahasa Inggris.
“Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa PBB, kemampuan menguasai bahasa Inggris, ditambah lagi berpidato itu menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut memiliki daya saing Internasional,” tambahnya.
Tanggapan lain mahasiswa prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Syukria turut hadir menyaksikan pemilihan duta tersebut, juga beri tanggapan mengenai putusan juri.
“Saya sedikit heran dengan pemilihan juri, karena kalau dilihat dari publik speaking dan pengetahuan, kakak yang dari FISIP lah (Duta kategori putri) yang seharusnya mendapatkan juara, tapi mungkin ada penilaian lain dari juri,” ucapnya.
Namun ada juga sebagian penonton yang sudah seruju dengan keputusan juri tersebur. Seperti mahasiswa Fakultas Kesehatan (Fikes) Salsa mengatakan bahwa, memang wajar jadi pemenang dan merasa puas atas capaian dari duta delegasi Fikes Hermalia tersebut.
“Oh iya saya rasa Hermalia memang wajar terpilih jadi duta kampus karena mulai dari segi penampilan, public speaking dan ketenangan dia dalam catwalk serta jawaban-jawaban yang dia berikan pada saat sesi tanya jawab memang sangat singkat ,tapi dari jawaban dia yang singkat itu sudah sangat bermakna dan sangat memuaskan,” tutur Salsa.
Dia juga katakan bahwa dari segi pakaian duta terpilih tersebut sudah sangat totalitas.
“Kemudian dalam segi penampilan bakat penampilannya dari pakaiannya itu sangat totalitas,” sambungnya.
Klarifikasi Dewan Juri
Salah satu dewan juri Muhammad Nasir Badu Ph D menanggapi rasa kekecewaan penonton. Kata dia bahwa bahasa Inggris merupakan nilai tambah dan bukan merupakan talenta melainkan skill.
“Yang disebut dengan talenta atau bakat itu sebetulnya kemampuan mengolah, misalnya tari-tarian, menyanyi. Dari saya pribadi, bahasa Inggris itu sebetulnya bukan kategori talenta. Kalau dinilai dari bahasa, lalu apa bedanya bahasa Inggris dengan bahasa Mandar, atau bahasa Bugis. Yah karena bahasa itu adalah skill bukan talenta,” ujarnya.
Baca Juga: Unsulbar Punya Duta Anti Kekerasan Seksual, Siapa Mereka?
Terkait komentar para penonton mengenai kelihaian salah satu finalis dalam berbahasa Inggris dan public speakingnya, selaku juri memberikan tanggapan.
“Sebetulnya dalam konteks itu, kita tidak hanya melihat dari segi itu saja. Duta itu harus good looking, don’t only smart. Dan juri itu punya segmen segmen penilaian sendiri lalu digabungkan,” kata Nasir Badu.
Tanggapan Duta Kampus Terpilih Kategori Putri
Duta kampus 2024 terpilih kategori putri adalah Hermalia Jumita Sari. Merepukan mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan.
Saat ditemui unsulbarnews.com setelah pemilihan, Hermali Jumita katakan bahwa ia tidak menyangka akan jadi duta kampus.
“Tidak menyangka juga sebenarnya kalau terpilih jadi duta kampus, yah mungkin alhamdulillah rejekinya disini,” ucap Hermalia.
Namun saat ditanya mengenai program kerja, ia katakan bahwa belum ada gambaran terkait hal tersebut.
“Selanjutnya untuk program, belum. Masih dipikir-pikir apakah sama dengan tahun ini dan tahun depan dan mungkin pergantian rektor kemarin menjadi penghambat berjalannya program duta tahun ini,” pungkasnya.

